Pelija Kolaborasi Dengan DLH Untuk Tuntaskan Masalah Lingkungan di Jawa Barat
Terasjabar.co – Peduli Lingkungan Jabar (Pelija) mengajak Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat (DLH) untuk berkolaborasi guna menyelesaikan masalah lingkungan hidup di Jabar.
Isu Sungai Citarum, Kawasan Bandung Utara (KBU), isu kualitas udara di perkotaan, dan masalah tata ruang di Jawa Barat menjadi beberapa isu yang akan dikolaborasikan melalui beberapa kegiatan ke depan.
Ketua Pelija Muhammad Qudrat Iswara mengatakan, kepada DLH pihaknya telah menyampaikan beberapa poin masalah lingkungan di Jabar pada DLH, Jumat (2/8/2019).
Teruntuk masalah KBU pihaknya melihat permasalah di sana sudah terbilang akut. Kondisi eksisting saat ini tidak sesuai dengan perencanaan tata ruang sehingga berpengaruh pada kualitas lingkungan terutama KBU merupakan daerah resapan.
“Kami juga mendorong agar anggaran berpihak kepada penanganan masalah lingkungan maupun menjaga kelestarian lingkungan,” ujar dia di kantor SLH Jawa Barat, Jalan Kawaluyaan, Kota Bandung, Sabtu (3/8/2019).
Pihaknya pun siap mendukung kegiatan DLH terutama dalam meningkatkan indeks kualitas lingkungan, termasuk rencana aksi bersama untuk Citarum.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat Bambang Riyanto mengatakan, pihaknya dan Pelija akan berkolaborasi terkait kegiatan-kegiatan lingkungan.
“Bentuknya memang belum spesifik karena terlalu banyak masalah lingkungan,” ujar dia.
Diakui dia, pihaknya akan menawarkan kolaborasi Pelija pada kegiatan Citarum. Namun harus dipelajari terlebih dahulu oleh Pelija, disesuaikan dengan fokus kegiatan Pelija.
“Pelija bisa melihat dulu dari berbagai kegiatan rencana aksi Citarum, setelah itu disesuaikan,” kata dia.
Bambang pun menambahkan, pihaknya menyambut baik dengan kolaborasi tersebu karena untuk masalah lingkungan perlu peran masyarakat, perlu kolaborasi.
Sementara itu, Sekretaris Pelija, Urik Yanto Prasetyo menuturkan, adapun nanti kegiatan Pelija terdekat dengan DLH yaitu akan ada rapat khusus rencana aksi Citarum.
“Salah satu di antaranya tidak hanya pada soal pengerukan saja atau limbah di Citarum, ini gimana wilayah selatan jadi resapan air, maka tanam pohon di selatan, jadi termasuk di wilayah KBU sebagai wilayah resapan. Soal Citarum ini tidak hanya soal pencemaran tapi masalah debit air jangan sampai kebanjiran pas musim hujan dan kekeringan pas kemarau,” tutur dia.






Leave a Reply