25 Komunitas Gotong Royong Bersih-Bersih Stadion GBLA
Terasjabar.co – Sebanyak 25 komunitas turut andil dalam kegiatan beberes Stadion Gelora Bandung Lautan Api yang dilaksanakan pada Sabtu (20/7/2019).
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, Eddy Marwoto saat ditemui Tribun Jabar di stadion GBLA.
Eddy mengaku pihaknya menyambut baik beberapa komunitas bersedia membantu beberes stadion kebanggaan Jawa Barat tersebut.
“Hari ini ada 25 komunitas yang ingin bekerja bakti, ingin bersih stadion GBLA babat rumput. Secara rutin juga sudah terdaftar beberapa komunitas. ada binaan pemuda kami, sudah siap katanya. Kita tidak hanya komen, ingin bantu Dispora secara sukarelawan mereka tanpa biaya mereka siap ikhlas ingin membersih stadion GBLA,” ujarnya.
Eddy mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan para relawan, masyarakat, dan petugas dari berbagai unsur kedinasan lainnya dalam upaya mengembalikan kondisi Stadion GBLA yang nyaman, bersih, dan indah.
Menurutnya dalam kesempatan ini melibatkan sekitar ratusan peserta yang berasal dari 25 komunitas di Kota Bandung.
“Ini sangat luar biasa, dan merupakan pembuktian dari segenap masyarakat yang cinta terhadap Kota Bandung, cinta bola, cinta GBLA, dan cinta Persib tentunya. Maka Dispora sebagai leading sector-nya dari stadion ini harus kami sambut baik, kami pun akan membantu atau memfasilitasi sesuai dengan kemampuan yang ada,” ujarnya di sela kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut Eddy pun menjelaskan, viralnya kondisi stadion yang terbengkalai, merupakan bagian dari proyek pembangunan tahap dua dan tiga stadion yang belum diserahterimakan dari pihak kontraktor, PT. Adhi Karya kepada Pemerintah Kota Bandung dalam hal ini Dispora.
Oleh karena itu hingga saat ini, pihaknya tidak dapat melakukan penganggaran terhadap pemeliharaannya, karena belum merupakan aset penuh dari Pemerintah Kota Bandung.
“Ini yang harus diketahui oleh masyarakat, bahwa viralnya kemarin itu ada di proyek pembangunan tahap dua dan tiga, yang statusnya belum diserahkan dan menjadi aset penuh dari Pemkot Bandung. Jadi cibiran dan komentar tuduhan negatif di media sosial yang menyebut anggarannnya di korupsi dan lain sebagainya, maka saya luruskan di sini bahwa itu tidak benar,” ucapnya geram.
Sehingga alokasi anggaran yang telah dikeluarkan oleh Dispora Kota Bandung selama ini, lanjutnya lebih diperuntukan bagi pemeliharaan di bagian dalam Stadion GBLA yang sudah resmi menjadi milik pemerintah.
Akan tetapi, meski beberapa bagian tersebut belum resmi menjadi milik Pemkot Bandung, pihaknya tetap melakukan upaya melakukan pemerliharaan, salah satunya melalui kegiatan sosial yang ditunjukan oleh masyarakat hari ini.
“Kami tidak akan menunggu itu (proses serah terima) selesai, dan tetap melakukan upaya positif dan berbuat nyata untuk tetap menjadikan stadion kebanggaan masyarakat Kota Bandung dan Jawa Barat ini, bisa kembali dipergunakan secara asri, nyaman, dan aman serta dimanfaatkan oleh masyarakat. Insya Allah kegiatan ini akan terus dilakukan dan di monitor secara periodik dan berkelanjutan yang tentunya bersama-sama kembali dengan melibatkan seluruh kelompok masyarakat,” ujar dia.
Disinggung mengenai alokasi anggaran per tahun yang dibutuhkan untuk pemeliharaan Stadion GBLA, Eddy menambahkan, selama ini pihaknya hanya menganggarkan untuk peliharaan bagian dalam yang telah menjadi aset resmi Pemkot Bandung. Meliputi biaya listrik, biaya pemeliharaan instalasi pompa air dan penyiram rumput, kebersihan, dan lainnya.
Ia pun mengaku, dengan besaran anggaran yang tersedia dan biaya yang dibutuhkan dari stadion sebesar GBLA, saat ini anggaran yang ada dinilai masih kurang ideal. Oleh karena itu, kedepan akan dipututuskan siapa pihak pengelola yang selanjutnya bertanggung jawab terhadap kondisi tersebut melalui mekanisme lelang.
Pihaknya pun berharap, proses serah terima aset tahap dua dari pihak kontraktor ke Pemkot Bandung dapat terselesaikan secepatnya.
“Harus diketahui bersama, untuk biaya listrik saja, anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp. 1,2 Miliar belum lagi biaya pemeliharaan lainnya di dalam (stadion) yang ditotalkan sekitar Rp. 1,8 M. Tapi dengan anggaran itu, kami tetap berbuat semaksimal mungkin dan dibuktikan dengan kondisi juga utilitas lainnya yang terawat dengan baik. Maka selama belum adanya pihak pengelola pemenang lelang, biaya itu akan tetap menjadi tanggung jawab Pemkot Bandung,” katanya.





Leave a Reply