Komisi V DPRD Jabar: Dikotomi Sekolah Favorit-Non Favorit Belum Bisa Dihilangkan
Terasjabar.co – Langkah pemerintah tiga tahun lalu, untuk menghilangkan dikotomi antara sekolah unggulan atau favorit dan non unggulan, hingga saat ini masih belum berhasil. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya orang tua murid yang mendaftarkan anaknya ke sekolah tertentu yang dianggap favorit.
“Sangat mulia, sangat indah keinginan dari Kemendikbud di pusat untuk menghilangkan dikotomi favorit tidak favorit. Sangat bagus ide dan gagasannya, tapi realisasinya masyarakat kita sudah berpuluh tahun terbiasa dengan istilah ini,” kata Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya, Senin (24/6/2019).
Menurut Hadi, pemerintah harus berupaya lebih baik lagi untuk mengubah persepsi masyarakat tentang adanya sekolah Favorit dan dan non favorit.
“Proses sosialisasi ini kalau mengacu peraturan menteri terkait PPDB yang disahkan 31 Desember 2018, ternyata 6 bulan lebih itu tidak berhasil menggoyahkan pandangan umum soal sekolah favorit,” ujar Hadi.
“Buktinya yang kemarin macet, kisruh semua masalah sekolah favorit. Itu bukti keinginan atau gagasan di kementerian itu ditolak oleh masyarakat atau dijawab masyarakat bahwa mereka butuh sekolah favorit,” sambungnya.
Hadi meminta agar pemerintah pusat tidak mengabaikan fenomena tersebut, diantaranya harus dibuatnya peta sarana prasarana pendidikan yang sudah ada, baik negeri, swasta agar terlihat ditentukan wilayah mana yang kosong untuk selanjutnya dibangun sekolah baru.
“Ini tolong jangan diabaikan, jangan juga disalahkan masyarakat nya karena memang kita belum berhasil merealisasikan dengan baik,” tandasnya.





Leave a Reply