6 RS di Jabar Tak Punya Dirut, Dewan: Pelayanan Tidak Optimal, Lelang Juga Gagal

Terasjabar.co – Kendati Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jawa Barat Berli Gelung Sakti telah membantah tudingan DPRD Jabar terkait kegagalan lelang yang dialami sejumlah rumah sakit (RS) akibat kekosongan jabatan direktur utama (dirut), Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya secara tegas mengatakan jika kosongnya dirut definitif berpengaruh atas gagal lelang tersebut.

“Mau gak mau harus ada, ketika ada kadis yang definitif secara teknis mereka kan bisa mengecek sebelum proses lelang berakhir ada berapa yang mendaftar kemudian bisa meminta informasi kepada bagian pengadaan barang dan jasa lelang itu, kira-kira bakal berhasil atau gagal karena kan mereka juga berpengalaman, sudah tau dan bisa membaca,” Begitu dikatakan Abdul Hadi, Sabtu (22/6/2019).

“Ketika kurang, apakah bisa melakukan proses perpanjangan sebelum waktu habis diperpanjang, atau bisa lewat jejaring melakukan konsultasi spesialis tugasnya mereka, sehingga lebih banyak lagi perusahaan-perusahaan yang mendaftar di masa normalnya. Ketika itu sudah dilakukan, maka ketika waktu habis itu dibuka lagi,” paparnya.

Selain itu Abdul Hadi juga menilai dengan tidak adanya dirut definitif, akan berdampak pada pelayanan Rumah Sakit.

“Saya melihat, kemarin dengan serapan 75% di Dinkes, di antaranya di rumah sakit rumah sakit tersebut itu paling rendah. Jadi dampaknya 25% hak masyarakat tidak tersalurkan. Yang sudah diniatkan untuk dibelanjakan, tapi tidak tereksekusi ketika serapan hanya 75%,” ujarnya.

Menurutnya angka tersebut menujukkan adanya penurunan kinerja RS yang disebabkan tidak adanya dirut definitif.

“Maka kinerja dari institusi-institusi milik Pemprov Jabar ini jadi rendah, yang ada di lingkup Dinkes Jabar ini kinerjanya rendah. Keuangannya rendah, serapannya jelek. Dengan berat hati saya sebagai dewan saya dapat laporan raportnya jelek,” jelas Abdul Hadi.

“Begitupun kalau nanti ada pemeriksaan BPK, kalau ada Dirut nya lebih awal diidentifikasi permasalahan, dideteksi, kemudian dilaksanakan langkah-langkah sebelum sampai ke BPK,” pungkasnya.

Diketahui hingga saat ini enam rumah sakit yang berada di bawah naungan Pemprov Jawa Barat masih belum memiliki direktur utama, keenam RS tersebut  yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan Baleendah, Kabupaten Bandung; RS Jiwa Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, RS Paru Sidareja, Kabupaten Cirebon, RSUD Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, RSUD Pameungpeuk, Kabupaten Garut, dan RS Kesehatan Kerja, Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × two =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam