Cegah Stunting, Pemprov Jabar Gagas Program Seribu Hari Pertama Kehidupan-Plus

Terasjabar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan Jawa Barat menggagas Program Seribu Hari Pertama Kehidupan-Plus sebagai upaya mengatasi masalah stunting dan gizi buruk.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Berli Hamdani Gelung Sakti mengatakan program tersebut diimplementasikan dalam bentuk layanan asupan gizi mikro dan protein untuk ibu hamil usia 0-22 minggu kehamilan.

“Memang khusus Jawa Barat kelihatannya yang masih bisa kita kembangkan atau tingkatkan kualitas program penanganan stunting itu dengan fokus kepada Seribu Hari Pertama (Kehidupan) yang Plus,” katanya di Bandung, Kamis (9/5/2019).

Berli menuturkan makna plus adalah dari usia nol hari kehamilan seorang ibu sampai 22 minggu kehamilan seorang ibu.

Dia menyatakan bahwa selama ini program penanganan stunting dan gizi buruk hanya fokus pada usia kehamilan 22 minggu dan anak berusia dua tahun.

“Jadi, kalau untuk Jawa Barat nanti kita akan launching-kan, pertama itu adalah bagaimana kita fokus di asupan gizi terutama protein dengan gizi mikro untuk ibu hamil usia nol sampai dengan 22 minggu kehamilan,” katanya.

Berli Hamdani yang resmi dilantik sebagai Kadinkes Jawa Barat oleh Gubernur Jawa Barat, kemarin, menyatakan bahwa pihaknya akan lebih dulu melakukan evaluasi terhadap program-program Dinas Kesehatan Jawa Barat selama 100 hari kerja.

“Kami akan membuat program berdasarkan evaluasi itu. Fokus kami tertuju pada banyak posisi pimpinan di UPT Dinas Kesehatan Jawa Barat yang masih kosong, terutama posisi direktur rumah sakit,” kata dia.

Dia menjelaskan dikarenakan aturan yang baru mengharuskan direktur rumah sakit itu sebagai fungsional dengan tugas tambahannya itu sebagai direktur.

Oleh karena itu prioritas Berli Hamdani adalah penunjukan Direktur Rumah Sakit dan hal itu perlu dilakukan secepat mungkin karena dapat memengaruhi mutu dan kualitas layanan Rumah Sakit di Jawa Barat.

Terlebih, kata dia, jumlah masyarakat Jawa Barat yang perlu perawatan tergolong tinggi.

“Apalagi sekarang dengan adanya program Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS), tentunya itu memberikan posisi yang strategis untuk rumah sakit memberikan layanan yang terbaik. Sehingga, akan menggambarkan kualitas dari pelayanan publik yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” katanya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *