Waras Wasisto Ngaku Tidak Tahu Soal Rp 1 M yang Diminta Iwa Karniwa

Terasjabar.co – Anggota DPRD Jabar Waras Wasisto membantah terlibat dalam kasus suap proyek Meikarta. Dia juga mengaku tidak tahu mengenai aliran dana yang mengalir untuk Sekda Jabar Iwa Karniwa.

Nama Waras disebut dalam sidang kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta. Politisi PDIP ini disebut menjadi perantara pencairan Rp1 miliar untuk Sekda Jabar Iwa Karniwa dalam mengurus Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi.

Waras menjelaskan, awalnya ia diminta oleh Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Suleman yang juga dari PDIP untuk mempertemukan Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Neneng Rahmi dengan Sekda Jabar Iwa Karniwa. Awalnya dia tidak menggubris permintaan itu namun akhirnya disanggupi setelah yakin tidak terkait Meikarta.

“Saya diminta oleh Sulaeman untuk mempertemukan Neneng degan Pak Sekda Jabar. Waktu itu hampir satu bulan tak saya gubris. Akhirnya setelah Sulaeman menjamin ini tak ada hubungannya dengan Meikarta, saya akhirnya setuju,” kata politisi PDIP ini dalam rilis yang diterima, Selasa (22/1/2019).

Politisi PDIP ini tidak membantah ada pertemuan di rest area KM 72 Tol Purbaleunyi sekitar bulan Juni-Juli 2017. Namun dia bersama Sulaeman hanya sekadar mempertemukan Neneng Rahmi, Henry Lincoln dengan Iwa.

“Saya tidak ikut pembicaraan mereka, apalagi minta-minta duit. Cuma memang setelah pertemuan itu, Pak Sekda berbisik kepada saya, kata Pak Iwa ‘Mas, mereka mau bantu untuk banner’. Sulaeman juga dengar apa yang dikatakan Pak Sekda itu,” ucapnya.

Setelah pertemuan, itu Waras mengaku tidak pernah lagi berkomunikasi dengan Sulaeman. Dia juga tidak kenal Neneng Rahmi dan Hendry Lincoln. “Jadi saya tidak tahu menahu soal uang itu,” katanya.

Dia juga menambahkan, beberapa waktu lalu telah memberikan keterangan kepada KPK terkait kasus ini. Kepada penyidik KPK dia mengaku tidak menerima aliran dana apalagi minta-minta uang.

Sementara itu, Sekda Jabar Iwa Karniwa tetap siap dipanggil sebagai saksi di sidang dugaan suap Meikarta. Dia yakin dirinya tidak terlibat dalam pusaran jahat proyek tersebut.

“Sama saja seperti kemarin (apabila diperlukan saya siap jadi saksi),” kata Iwa secara singkat, di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (22/1/2019).

Seperti diketahui dalam sidang kasus suap proyek Meikarta dengan terdakwa Billy Sindoro cs, saksi Neneng Rahmi Nurlaili yang menjabat Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi menyebut ada permintaan uang dari Sekda Jabar. Permintaan itu untuk kepentingan Pilgub Jabar.

“Sekda Provinsi dalam rangka bakal calon gubernur meminta untuk proses RDTR ini meminta Rp1 miliar,” kata Neneng.

Saat ditanya apakah permintaan itu direalisasikan, Neneng mengaku langsung berkoordinasi dengan Sekretaris Dinas Dispora Kabupaten Bekasi Hendry Lincoln sebagai orang yang menghubungkan dengan Sekda Jabar. Hendry kemudian memberi arahan untuk meminta ke Meikarta.

“Pak Hendry menyampaikan ke saya minta saja ke Lippo. Akhirnya dari sisa pemberian pertama dari Pak Jamal (Kadis PUPR Bekasi) Rp 400 juta, terus ada pemberian lagi waktu itu Rp1 miliar melalui Pak Satriadi (PNS Bappeda Bekasi) total di saya Rp 1,4 miliar. Rp 1 miliar sudah clear diserahkan ke DPRD Kabupaten sehingga sisa di saya Rp 400 juta dan saya tinggal memintakan Rp 500 juta jadi total Rp 900 juta karena Pak Hendry sarankan untuk tidak dibayarkan dulu seluruhnya,” ucapnya.

Kemudian Rp 900 juta itu Neneng serahkan kepada Iwa melalui beberapa orang yaitu Hendry Lincoln, Sulaiman Anggota DPRD Bekasi dan Anggota DPRD Jabar Waras Wasisto dari fraksi PDIP.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *