Jumlah Korban Tsunami Selat Sunda Asal Jabar Kemungkinan Bertambah
Terasjabar.co – Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Jawa Barat melakukan pendataan terhadap warga Jabar yang terkena dampak pada bencana tsunami di pesisir Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu malam pekan lalu. Untuk sementara mereka baru mendapatkan 36 warga Jabar terdampak tsunami di Kabupaten Pandeglang.
“Tiga di antaranya meninggal dunia, 12 orang belum ada keterangan sisanya dirawat di klinik maupun puskesmas yang disedikan pemerintah setempat,” kata Budi Budiman Wahyu Manajer Pusdalob BPDB Jabar, Rabu 26 Desember 2018
Saat ini ia masih berkordinasi terkait pemulangan jenazah maupun warga yang terdampak yang masih dirawat.
Dia menambahkan, data tersebut bersifat sementara kemungkinan jumlah terdampak akan bertambah karena pihaknya baru mendapat data dari satu wilayah saja. Pasalnya warga Jabar yang berwisata ke pesisir Selat Sunda tersebut tersebar.
Hal itu bagian dari assesment lapangan yangbdilakukan BPBD Jabar di daerah terdampak bencana. Sebanyak 12 orang telah meluncur ke lokasi bencana Senin 24 Desember 2018 pukul 11.30 dengan mengunakan 1 unit Truk 1 unit dan memboyong 1 unit ambulans.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Jabar Dicky Saromi mengatakan, pihaknya memberangkatkan personel yang memiliki keahlian di bidang pencarian dan pertolongan (search and rescue), dapur lapangan, petugas penjernih air bersih, pelaporan, keahlian data informasi, posko dan assesmen. Di sana mereka direncanakan beroperasi selama 5 hari atau bisa ditambah disesuaikan kebutuhan.
“Tujuan awal kita adalah ke BPBD Prov Banten, di sana diatur penempatan disesuaikan kebutuhan di lapangan,”kata dia, Selasa (25/12/2018).
Dicky mengatakan tim diketuai Jajang Jamaludin yang juga menjabat Kepala Gudang Logistik BPBD Jabar dan membawa juga bantuan logistik dengan rincian: Air mineral 200 dus; Mie instan 200 dus; Kantong mayat 50 buah; dan Selimut 100 buah.
Sementara itu, Pemprov Jabar pun memastikan akan memberikan bantuan kemanusiaan pada Provinsi Banten dan Lampung. Sekda Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan pihaknya pada Minggu 23 Desember 2018 sudah mendapatkan perintah langsung dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk menyiapkan bantuan yang bersumber dari APBD Jabar 2018.
“Saya selaku Sekda sudah mendapatkan perintah dari Pak Gubernur. Nanti penyerahan dan besarannya berapa dan kapan, akan disampaikan langsung Pak Gubernur untuk provinsi Banten dan Lampung,” katanya pada Humas Jabar.
Berdasarkan perintah tersebut, pihaknya sudah meminta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah untuk melakukan koordinasi dengan Pemprov Banten dan Lampung terkait administrasi keuangan bantuan tersebut.
“Dari sisi waktu masih memungkinkan kami memberikan bantuan, masih ada waktu dan karena ini sifatnya darurat bencana masih bisa,” ucap Sekda Jabar.
Rencananya bantuan kemanusiaan tersebut dananya diambil dari pos Belanja Bantuan Tak Terduga APBD Jabar 2018 yang pada pekan lalu masih tersisa Rp45,5 miliar. Setelah memberikan bantuan bagi bencana putting beliung Kota Bogor sebesar Rp5 miliar, Iwa memastikan masih ada slot anggaran yang bisa diberikan untuk membantu para korban bencana di dua provinsi tersebut. “Slotnya masih ada,”
Pihaknya juga memastikan para pejabat di lingkungan BPKAD, Bappeda dan beberapa OPD terkait layanan publik tidak mengambil cuti longweekend Natal dan Tahun Baru 2019 mengingat ada sejumlah urgensi yang mengharuskan pihaknya stand by setiap saat di Bandung.
“Selain Natal dan Tahun Baru, tahapan Pilpres sudah berjalan, kami juga mengantisipasi informasi bencana, jadi stand by, teman-teman tidak long weekend,” kata Iwa.
Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil memastikan selain bantuan logistik Jawa Barat juga akan memberikan bantuan secara khusus seperti pada bencana gempa di Lombok dan Palu beberapa waktu lalu.
“Insya Allah dalam waktu dekat bantuan-bantuan logistik juga yang dibutuhkan akan kami kirim, karena bagaimana pun sangat dekat dengan Jawa Barat, karena tetangga kami juga,” ucap Gubernur.
Korban tsunami dari Karawang
Sebanyak 16 warga Karawang, dikabarkan ikut terseret gelombang tsunami di Tanjunglesung, Pandeglang, Banten. Satu di antaranya bahkan meninggal dunia setelah sempat dinyatakan hilang beberapa hari.
“Semua korban merupakan satu keluarga yang sedang berlibur ke Anyer,” ujar Kepala Seksi Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Jaenudin, Rabu.
Menurutnya, para korban beralamat di Dusun Empat, Desa/Kecamatan Purwasari. Korban yang meninggal tercatat bernama Ayi Rojak (64), dan jenazahanya sudah dibawa ke rumah duka.
Selain korban meninggal dunia, ada juga korban yang menderita luka-luka yaitu Delani Mutiara (25) dan suaminya Chandra (27). “Daelani masih dirawat di rumah sakit karena masih ada luka di bagian rusuk. Namun, suaminya sudah bisa pulang,” kata Jaenudin.
Dijelaskan pula, untuk membantu korban tsunami di Banten, BPBD Karawang telah menerjunkan 15 relawan ke lokasi kejadian. Selain itu, BPBD Karawang berencana mendirikan dapur umum dan posko kesehatan di Anyer.
“Kami masih menunggu persetujuan dari pimpinan,” katanya.
Menurut Jaenudin, jumlah dapur umum dan posko kesehatan di lokasi bencana masih sangat kurang. Oleh karena itu, sudah selayaknya BPBD Karawang ikut mendirikan dapur umum dan posko kesehatan di Anyer atau Tanjunglesung.
Sementara itu diterima kabar PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) membentuk tim darurat bencana tsunami dibSelat Sunda-Banten. Melalui tim tersebut, PKC menyalurkan bantuan langsung kepada korban dan berkoorsinasi dengan Komando Rayon Militer 0115 Cimanggu Sumur dan aparat desa setempat.
Bantuan yang diberikan berupa mie instan 2.920 pcs, susu bayi 31 box, sarden 24 kaleng, aneka biskuit 15 dus, air mineral 1.170 botol dan 317 cup, pampers 24 box, susu kental manis 1.068 kaleng, obat-obatan serta sarung 161 pcs, selimut 34 pcs dan terpal 5 lembar. Selain itu bantuan tunai juga diberikan untuk kebutuhan dapur umum, serta mendirikan posko bantuan logistik dan pemeriksaan kesehatan.
Hadir di lokasi posko bantuan, Direktur Utama PT Pupuk Kujang, Nugraha Budi Eka Irianto yangvmenyerahkan langsung bantuan kepada Kapten ARM. Aded Sutedi Danramil 0115/Cimanggu untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat korban tsunami. Pada kesempatan tersebut Dirut meninjau kegiatan pengobatan masyarakat korban tsunami oleh tim medis PT Pupuk Kujang.
Setelah itu, Nugraha Budi Eka meninjau dan memberikan bantuan perbaikan bangunan kios dan gudang pupuk yang rusak akibat tsunami. Diharapkan kios pupuk yang rusak akibat tsunami dapat segera beroperasi, sehingga kebutuhan pupuk pasca tsunami dapat terpenuhi.






Leave a Reply