Pemkot Bandung Wacanakan Kembali Pelebaran Sungai

Terasjabar.co – Pemerintah Kota Bandung mewacanakan pelebaran sungai yang melintasi kawasan Kota Kembang sebagai upaya penanggulangan banjir.

“Sungai-sungai di  kita (kota Bandung) kondisinya terus menyempit. Sungai Citepus saja yang seharusnya 6 meter kini hanya 3,5 meter,” ujar Kepala Bidang Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung, Tedi Setiadi di Kota Bandung, Jumat (30/11/2018).

Menurut dia, penyempitan parah bukan hanya di Sungai Citepus, hampir sungai yang melintasi Kota Bandung mengalami kondisi serupa.

Menyempitnya lebar sungai membuat debit air hujan dari hulu tidak bisa tertampung hingga akhirnya meluap ke jalan dan pemukiman warga.

“Ada 27 dari 46 sungai dan anak sungai yang terbilang kritis dan perlu diberi perhatian,” kata dia.

Akan tetapi, pelebaran sungai itu bukan perkara mudah. Masalahnya, bibir-bibir sungai di Kota Bandung, khsususnya yang melewati wilayah perkotaan, sudah dipadati bangunan penduduk. Padahal, berdasarkan peraturan Kementerian PUPR, seharusnya garis sempadan sungai berjarak 10 meter dari pemukiman.

“Kalau di kita (Kota Bandung) bahkan nol meter. Bibir sungai itu langsung fondasi bangunan warga,” kata dia seperti diberitakan Antara.

Maka dari itu, kata dia, butuh upaya lebih untuk mengedukasi warga agar berkenan mendukung program pelebaran sungai. Hal itu, kata dia, juga membutuhkan musyawarah dan koordinasi dengan berbagai pihak.

“Tentu ini harus dikoordinasikan. Kalau tidak ada pelebaran sungai, ada berbagai upaya. Ada kolam retensi, perbaikan TPT (Tembok Penahan Tanah), pengerukan sungai, dan pengerukan sedimen sehingga biasanya (banjir) tidak lebih dari dua jam sudah ada upaya,” katanya.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum juga mendukung rencana pelebaran sungai. Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air BBWS Citarum Suwarno mengatakan, hal itu merupakan kebutuhan yang harus dilaksanakan.

“Kalau menurut analisis BBWS waktu itu, untuk di Sungain Citepus, memang harus ada pelebaran sungai. Karena Sungai Citepus itu, dari belokan tempat sampah, dimensinya lebar, itu 5 meter, tapi masuk ke Jalan Pagarsihnya hanya 3,5 meter,” kata dia.

Tedi Setiadi menyadari bahwa pelebaran sungai bukan perkara mudah. Ia mengatakan bahwa BBWS juga sudah memiliki solusi sementara untuk permasalahan itu.

“Desain dari balai itu kita akan melebarkan sungai dengan membuat lubang di bawah Jalan Pagarsih. Jadi atasnya bisa dipakai. Panjangnya 200 meter sampai jembatan,” kata dia.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *