PDAM Tirtawening Ganti Rugi Warga Terdampak Pipa Bocor

Terasjabar.co – PDAM Tirtawening Kota Bandung akan mengganti kerugian yang dialami warga terdampak pipa bocor, di Kampung Tarigu, Desa Margahurip, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

Tim PDAM yang menelusuri penyebab pecahnya pipa utama penyalur air baku warga Kota Bandung itu masih menunggu kajian terperinci.

“Perihal ganti rugi kemarin langsung dipimpin direktur utama, bertemu masyarakat terdampak dari pipa pecah, bermusyawarah. PDAM memang bertanggung jawab atas musibah yang terjadi saat ini. Tidak ada yang mau kejadian seperti ini,” ujar Humas PDAM Tirtawening Kota Bandung M. Indra Pribadi, Senin (26/11/2018).

Baca Juga: Pipa Pecah, Layanan 103.569 Pelanggan PDAM Kota Bandung Terganggu

Peristiwa pipa PDAM yang pecah itu berdampak bagi empat rumah warga di RT 01 RW 12, Desa Margahurip. Aliran deras air hingga 725 liter per detik itu merendam rumah warga dengan air dan lumpur.

Indra mengatakan, PDAM telah berdiskusi dengan warga terdampak perihal ganti rugi.

“Kemarin sudah disepakati. Silakan mau langsung oleh masyarakat sendiri, atau secara swakelola bersama masyarakat. Intinya kami akan bertanggung jawab sesuai kesepakatan,” tuturnya.

Indra menjelaskan, pipa saluran berdiameter 850 milimeter yang bocor itu merupakan bagian dari Transmisi Cisangkuy, pipa utama penyaluran dari Cikalong ke Instalasi Pengolahan Air PDAM Tirtawening di Badaksinga.

Baca Juga: PDAM Tirtawening Selidiki Penyebab Pipa Pecah

Tim penyidik internal dari bagian produksi PDAM belum dapat memastikan penyebab pecahnya pipa tersebut. Dari segi kapasitas, pipa tersebut selayaknya mampu mengalirkan air mulai 800 hingga 1.000 liter per detik. Sementara selama ini proses penghantaran air berada di kisaran 725 liter per detik.

Dari segi ketahanan, kata Indra, pipa-pipa tersebut diprediksi mampu bertahan selama 100 tahun. Pada titik pipa yang pecah itu, pemasangan baru dilakukan pada 1990.

Bahkan, dari sejumlah jaringan pipa terdapat pipa yang telah dipasang sejak 1960. Jenis pipa berdiameter 850 milimeter itu berbeda, namun memiliki kekuatan sama.

Oleh karena itu, kata dia, soal pemicu pecahnya pipa harus ditelusuri terperinci. Masalah kerentanan pipa masih harus mempertimbangkan kondisi ketahanan beban di sekitar lokasi.

Ia menjamin petugas PDAM Tirtawening rutin melakukan patroli untuk memeriksa jalur pipa utama dari Cikalong. Seperti diketahui, jaringan pipa PDAM telah dikategorikan objek vital dan berada di bawah pengawasan aparat keamanan.

“Dari bagian produksi memang dilakukan pemeliharaan menelusuri pipa-pipa berdasarkan data. Patroli ada jadwalnya. Kita juga bekerja sama dengan Binmas Polda Jabar. Tetapi pipa yang ditanam kan tidak bisa dipantau langsung secara fisik dari luar. Ada pemikiran apa beban tekanan berlebih, atau kondisi alam sekarang ini, apakah mengalami pergeseran tanahnya. Kalau pipa kan sebenarnya kuat sampai 100 tahun,” ujarnya.

Oleh karena itu, PDAM Tirtawening berhati-hati dalam membuat laporan penyebab pecahnya pipa jaringan mereka. “Harus ada kajian dan laporan, tidak bisa mengira-ngira kenapa meledak. Nanti dari sana upaya bisa ketahuan dan upaya apa saja yang harus dilakukan,” katanya.

Dampak dari bocornya pipa tersebut bagi para pelanggan di Kota Bandung juga diantisipasi PDAM dengan menyediakan 13 unit tangki air yang bisa dipesan secara koordinatif oleh pelanggan terdampak. PDAM Tirtawening memperkirakan upaya perbaikan memakan waktu hingga 5 hari pengerjaan.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 − 9 =