Polda Jabar Patroli Siber Terkait Video Pembakaran Bendera di Garut
Terasjabar.co – Kepolisian Daerah Jawa Barat masih memburu pelaku perekam dan penyebar video pembakaran bendera yang dikaitkan dengan organisasi masyarakat terlarang di Garut beberapa waktu lalu. Penelusuran pelaku dilakukan melalui kegiatan patroli dunia maya oleh tim khusus kejahatan dunia maya (cybercrime).
“Polisi sedang melakukan patroli cyber yang pertama kali (sejak tim cybercrime dibentuk),” kata Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto di Markas Polisi Resor Kota Bogor, Kamis (01/11/2018).
Patroli tersebut dilakukan sejak beberapa hari lalu hingga waktu yang belum ditentukan. Hingga saat ini, petugas sudah menetapkan tiga tersangka yang diduga melakukan pembakaran di acara peringatan Hari Santri 2018 di Garut. Dua tersangka baru yakni M dan F awalnya hanya dijadikan saksi. Namun, penyidik memperoleh alat bukti baru sehingga status mereka dinaikkan menjadi tersangka.
Agung meminta semua pihak menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada polisi. Sejalan dengan proses penanganan kasus itu, kepolisian juga terus melakukan komunikasi dengan para ulama di berbagai daerah termasuk di Kota Bogor, sekaligus peresmian gedung baru Mapolresta.
Pada kesempatan itu, Agung menyampaikan pesan dari para ulama se-Kabupaten Garut yang ditemuinya beberapa waktu lalu.
“Para ulama se-Kabupaten Garut menyampaikan bahwa itu adalah masalah di Kabupaten Garut yang tidak perlu diperbesar oleh yang lain,” katanya pada para ulama dan pejabat Kota Bogor.
Lebih lanjut, Agung meminta semua pihak tidak terprovokasi oleh kabar bohong atau hoaks di media sosial. Salah satu hoaks yang tengah marak (viral) belakangan ini adalah penculikan anak untuk dijual organ tubuhnya. Ia mengimbau para pejabat pemerintah daerah segera mengklarifikasi apabila ada kabar serupa.
Para pemangku kebijakan di Kota Bogor dinilai responsif dengan fenomena yang viral di media sosial seperti itu. Walikota Bogor Bima Arya dan jajarannya diakui langsung melakukan koordinasi dengan para ulama agar peristiwa pembakaran bendera di Garut tidak sampai memengaruhi kekondusifan di Kota Bogor.
“Kami perwakilan para ulama mengapresiasi dan menyerahkan langkah kepolisian dalam menangani kasus pembakaran itu,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Bogor, Totok Mustofa di acara tersebut.
Ia juga mengimbau seluruh pihak melakukan tabayun (konfirmasi) apabila mendapatkan informasi di media sosial.
Sebelumnya, para pemangku kebijakan di Kota Bogor berkumpul bersama para ulama dan tokoh agama di Balaikota Bogor pekan lalu. Mereka berkoordinasi untuk mengantisipasi dampak dari peristiwa pembakaran bendera bertuliskan tauhid di Garut beberapa waktu lalu.
“Kami secara khusus melakukan koordinasi untuk membahas situasi Bogor saat ini,” kata Bima seusai pertemuan tersebut. Menurutnya, peristiwa pembakaran bendera itu menuai berbagai respon dari masyarakat Kota Bogor saat ini meski bisa segera diredam.






Leave a Reply