Penataan PKL Cicadas Bersifat Sementara, Sebelum Relokasi
Terasjabar.co – Pemerintah Kota Bandung mulai melakukan penataan sementara Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini berjualan di kawasan Cicadas, Kecamatan Cibeunying Kidul. Penataan ini bersifat sementara sambil menunggu proses penyiapan lahan relokasi yang disepakati bersama pedagang.
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, dalam penataan sementara ini Pemkot Bandung menyiapkan penyeragaman tenda bagi sekitar 602 PKL yang ada di Cicadas.
“Lokasinya tetap sama, di atas trotoar. Di sana kan trotoar lebarnya 5 meter. Distaru (Dinas Penataan Ruang Kota Bandung) sedang membuat desain dengan lebar 1,5 meter untuk tenda bagi PKL,” tutur Yana, yang juga Ketua Satgasus PKL Kota Bandung, saat sosialisasi bersama pedagang, di Cicadas, Bandung, Selasa (23/10/2018)
Yana memahami jika sesuai perda kawasan Cicadas termasuk zona merah bagi PKL. Namun, terdapat diskresi untuk melakukan penataan sementara, sembari menunggu kesiapan lahan relokasi yang disepakati bersama.
Meski begitu, ia ingin penataan lahan di Cicadas juga meliputi penataan sosial. Bersama para pedagang, disepakati pengelolaan kebersihan di kawasan tersebut. Pada pelaksanaannya, akan dibuat kelompok berisi 10 orang.
“Karena nanti ada kesepakatan ditata untuk ukuran dan jenis tenda tertentu yang kita buat. Kita titipkan juga soal kebersihan. Tadi per kelompok, misal per lima lapak jaga kebersihan di lima lapak itu. Kalau ketahuan ada sampah nanti kita sidak sama-sama, controlling sama-sama. Kalau ketahuan, lima pedagang itu tidak boleh dagang dua hari sebagai hukuman,” ujarnya.
Selain jaga kebersihan, di satu hari dalam seminggu para pedagang juga akan diminta libur dari kegiatan berjualan sekaligus bersih-bersih trotoar. Dengan begitu estetika kota bisa terjaga, kebersihan bisa terjaga.
“Pejalan kaki bisa dihormati juga, pedagang di dalam juga dihargai. Ini PKL juga dihargai. Kita kembalikan ke teman-teman PKL, yuk kita punya niat yang sama, beberes kampung halaman, karena banyak pedagang yang berdomisili di daerah sini. Jadi diharapkan ada kenyamanan dan kebersihan juga nanti,” katanya.
Dengan menaruh tanggung jawab kepada kelompok kecil, ia berharap para pedagang bisa saling menjaga di wilayahnya masing-masing. Jika kebersihan terjaga, Yana berharap kawasan Cicadas bisa menjadi destinasi wisata.
“Kita minta komoditas yang dijual mereka harus bisa berani berinovasi, bervariasi dagangannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, relokasi butuh waktu, biaya, dan proses. Meski begitu, Yana enggan membuka opsi lahan relokasi yang jelas.
“Relokasi banyak opsi. Kita tidak bisa buka sekarang. Semangatnya yang penting relokasi. Soal di mana, kasih kami kepercayaan,” ujarnya.
Yana berpendapat jika pemindahan PKL ke rencana skywalk bukan solusi. Pada prinsipnya, skywalk itu bukan untuk PKL, tetapi untuk pedestrian.
“Kalau saya konsultasi dengan Pak Wali (Kota Bandung Oded M. Danial), kita konsepnya lebih ke relokasi, penataan, enggak skywalk,” ujarnya.
Di tempat yang sama, perwakilan pedagang Cicadas, Suherman mengakui jika PKL setempat butuh pembinaan, bukan sekadar penataan lahan. “Karena kalau cuma ditata saja terus ada pembiaran akan begitu kembali.
Berdasarkan perjanjian, para pedagang menyepakati rencana pemkot dan akan menata diri. Soal relokasi, mereka ingin terus mendapatkan informasi terkini dan dilibatkan dalam setiap perencanaan.
“Kalau (relokasi) keluar dari Cibeunying Kidul, kami menolak. Karena sudah kami rasakan dan sudah kami lakukan itu, tidak pernah sukses. Tadi disampaikan Pak Wakil bahwa hoki itu tidak akan pernah terbawa ketika keluar dari tempat ini, karena ketika bergeser 10 meter saja, konsumen akan mencari tempat baru,” ujar Suherman.






Pingback: Ridwan Kamil Tunggu Solusi Pemkot Bandung Tata PKL Cicadas | Teras Jabar