Usai Obrak Abrik Kantor Dinas PUPR KBB, Lege Meninggal Karena Kecelakaan

Terasjabar.co – Cecep Tono alias Lege meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (8/6/2018).

Warga Kampung Pasirbrondong, RT 3 RW 11, Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat ini mengembuskan napas terakhirnya pukul 00.00 WIB, Sabtu (9/6/2018) setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Humas KSM GMBI Cipatat Cecep Suhendar mengungkapkan, kecelakaan terjadi saat mobil korban menabrak pohon di depan pintu masuk Pusdikif, Cipatat. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Rajamandala sebelum akhirnya dibawa pulang.

“Namun, keluarga merasa panik saat malam hari melihat kondisi korban. Lalu, korban dibawa ke RS Karisma Cimareme dan kembali dibawa pulang setelah dilakukan rontgen yang hasilnya baru selesai Senin,” katanya, Minggu (10/6/2018).

Melihat keadaan korban semakin serius, keluarga membawanya ke RS Dustira untuk dirawat. Kemudian pihak rumah sakit merujuknya ke RS Hasan Sadikin Bandung. Di RSHS, korban rencananya akan dioperasi dan membutuhkan donor darah. Namun, kondisi korban semakin menurun hingga akhirnya meninggal dunia pukul 00.00 WIB.

Seperti diketahui, tak lama sebelum insiden kecelakaan terjadi, Lege diduga terlibat dalam perusakan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bandung Barat, Jumat (8/6/2018). Korban dituding mencuri parsel oleh salah satu staf di kantor Dinas PUPR Kabupaten Bandung Barat.

Sahabat korban, Jejen Syamsudin menduga, hal itu menjadi pemicu kecelakaan yang dialami hingga Lege meninggal.

“Saya menduga, korban kepikiran karena dituduh mencuri parsel. Sebab, saya tahu persis kejadiannya,” ujar Jejen.

Lantaran korban dituding pencuri, menurut Jejen, keributan tak terhindarkan. Insiden ini menyebabkan Kantor Dinas PUPR rusak serta salah satu anggota Satpol PP mengalami bocor di bagian kepala.

Baca Juga: Tak Diberi THR Preman Obrak Abrik Kantor Dinas PUPR KBB

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa preman onar di Kompleks Pemkab Bandung Barat, Jumat (8/6/2018) sore. Selain merusak ruangan di kantor Dinas PUPR, para preman yang juga anggota ormas itu pun melukai dua pegawai.

Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung Barat Rini Sartika mengaku tak tahu menahu soal tudingan pencurian terhadap korban. Namun, menurut dia, pihaknya hanya berusaha melerai keributan yang terjadi.

“Ketika saya datang ke tempat kejadian, sudah ada keributan. Kami hanya berusaha melerai, tetapi anggota kami ada yang terluka,” katanya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *