Kebakaran Kembali Terjadi di Kota Bandung, Kali Ini Api Melalap Rumah di Kawasan Jalan Terusan Jamika

Terasjabar.co – Kebakaran kembali terjadi di Kota Bandung, Senin, 4 Juni 2018. Dilaporkan, api melalap rumah di kawasan Jalan Terusan Jamika, Kota Bandung sekitar pukul 21.00 WIB.

Seperti dilaporkan Dinas Pemadam Kebakaran melalui akun twitter @emergencycall113, kebakaran dapat langsung ditangani oleh petugas. “Api sudah dapat dikuasai oleh petugas Diskar Pb Kota Bandung,” demikian dilaporkan @emergency113bdg, Senin, 4 Juni 2018 malam. Saat berita ini diturunkan, belum diketahui pasti penyebab dari kebakaran tersebut.

Sebelumnya, empat kebakaran terjadi di Kota Bandung dalam tiga hari terakhir. Tiga titik kebakaran terjadi pada Sabtu, 2 Juni 2018, di Cijambe, Gedebage, dan Setibudi. Sementara satu kebakaran lainnya terjadi pada Minggu, 3 Juni 2018 malam di Kiaracondong.

Seperti dilaporkan PRFM News, Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Ferdi Ligaswara mengatakan, selama bulan ramadan hampir setiap hari pihaknya mendapat laporan kebakaran. Laporan ini mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

“Api cepat membesar karena hembusan anginnya cukup kencang, lalu saat siang hari cuaca cukup terik juga,” ungkap Ferdi saat on air di PRFM.

Terkait hal ini, ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi Ibu Rumah Tangga dan para pedagang makanan.

“Masyarakat terutama ibu-ibu dan para pedagang makanan untuk meningkatkan kewaspadaannya. Selalu cek kompor setelah digunakan, jangan sampai lupa mematikan apinya,” tuturnya.

Faktor lain yang meningkatkan potensi kebakaran, menurut Ferdi, yaitu penggunaan listrik secara berlebih yang menimbulkan beban panas. Jangan menumpuk steker terlalu banyak karena akan menyebabkan korslet listrik hingga kebakaran.

“Khusus di pemukiman padat penduduk, RT dan RW harus menyediakan alat pemadam api ringan (APAR). Begitupun manajemen gedung yang harus memiliki alat proteksi kebakaran,” katanya.

Ferdi juga meminta masyarakat yang hendak mudik ke kampung halaman, untuk menyalakan satu sampai dua lampu saja. Volt lampunya pun jangan yang terlalu besar agar tidak menimbulkan beban panas.

“Karena lampu ini kan nyala sepanjang hari atau bisa menggunakan lampu otomatis dengan sensor cahaya,” tuturnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *