Demiz: Yang Dipertanyakan, Mengapa Kota Bandung Belum Pernah Dapat WTP?

Terasjabar.co – Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Deddy Mizwar (Demiz) menuturkan, pemimpin Jawa Barat yang terpilih dalam kontestasi Pilgub Jawa Barat 2018 harus bisa mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) BPK RI dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Jawa Barat. Sebab, selama ini Provinsi Jawa Barat selalu langganan mendapat opini WTP.

“Ya harus dipertahankan, saya kira bukan bukan hal yang luar biasa, karena sudah mendapatkan tujuh kali berturut-turut,” di Demiz melalui siaran persnya, Jumat (1/6/2018).

Opini WTP dari BPK RI merupakan kewajiban bagi setiap Pemerintah Daerah dalam melaporkan hasil keuangan daerahnya selama satu periode.

“Jadi WTP sebetulnya bukan sebuah prestasi,” katanya.

Cagub yang berpasangan dengan Dedi Mulyadi ini mengungkapkan, pada tahun 2016 sebanyak 24 kota/kabupaten di Jawa Barat mendapatkan WTP dari BPK RI, sedangkan tiga daerah lainnya seperti, Kabupaten Bandung, Kabupaten Subang dan Kota Bandung hanya mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Dia heran karena Kota Bandung belum pernah mendapat WTP selama empat tahun berturut-turut.

“Yang dipertanyakan adalah Kota Bandung mengapa belum pernah mendapatkan WTP. Barangkali mungkin tahun depan mendapatkan,” katanya.

Untuk diketahui, Pemerintah Kota Bandung gagal meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terkait laporan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Adapun yang membuat Pemkot Bandung gagal meraih WTP tahun ini karena masih ada beberapa masalah terkait pencatatan piutang sewa tanah.

Kepala BPK Perwakilan Jawa Barat, Arman Syifa mengatakan, jika dilihat dari perkembangan pelaporannya, Pemkot Bandung sudah banyak kemajuan. Namun, ada beberapa poin yang membuatnya tidak cukup meraih WTP.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ten + 3 =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital