Oded-Yana Janjikan Program Budaya Bersepeda Jika Terpilih

Terasjabar.co – Pasangan cawalkot dan wawalkot Bandung nomor urut 3 Oded M Danial-Yana Mulyana akan membuat program berupa kampanye ajakan kepada warga Kota Bandung agar menumbuhkan kembali budaya bersepeda dalam menjalankan aktivitasnya apabila terpilih sebagai wali kota dan wakil wali Kota Bandung periode 2018-2023.

Pasangan yang diusung oleh PKS, Gerindra, dan PBB ini juga sudah memulai program tersebut bersama komunitas bernama KOBOY (Komunitas Boseh Oded Yana), belum lama ini.

Program budaya bersepeda yang disiapkan Oded-Yana ini bernama Sejuta Bro N Sis, akronim dari Sejuta Babarengan Rombongan Sepeda Sambil Narsis. Ini merupakan salah satu program untuk mengurangi kemacetan dengan pengarusutamaan kembali sepeda sebagai moda transportasi warga kota Bandung.

Ketua KOBOY Dikdik Kurniadi menyatakan, komunitas ini terbentuk sebagai suatu aksi nyata dari program yang digagas oleh paslon nomor tiga.

“Ini dalam upaya untuk mengurangi kemacetan yang dampaknya sangat mendera warga kota Bandung,” ujar Dikdik.

Sementara itu, calon wakil wali kota Bandung Yana Mulyana sangat mengapresiasi komunitas-komunitas semacam ini yang dengan kesadarannya membantu mewujudkan program-program dari pemerintah. Ia mengungkapkan, setiap program yang dibuat oleh pemerintah tidak akan terlaksana dengan baik apabila tidak adanya peran serta aktif dari warganya sendiri. Oleh karena itu, Yana pun akan selalu menunggu keterlibatan warga di dalam program lainnya.

“Di sisi lain program ini merupakan program berskala masif dan revolusioner yang membutuhkan upaya kuat dari seluruh elemen warga Kota Bandung, dan insyaallah pasangan Oded-Yana siap memimpin revolusi berkendara di Kota Bandung,” kata mantan Ketua PSSI Kota Bandung itu.

Oded menambahkan, program ini akan digabung dengan berharap stasiun sewa sepeda berjaringan atau bike sharing bernama Bike On The Street Everybody Happy (BOSEH). Ke depan, ia berharap stasiun BOSEH ini bisa dimanfaatkan warga yang akan beraktifitas di Kota Bandung dan ditempatkan di dekat permukiman.

“Bike sharing ini cukup menjanjikan sebagai solusi kemacetan, karena boleh lewat trotoar. Dari aturannya kan pesepeda boleh melintas di atas trotoar. Tentunya ini bisa menjadi transportasi pilihan daripada ikut macet-macetan bersama kendaraan bermotor lain di jalan raya,” tutur politikus PKS itu.

Saat ini, BOSEH baru tersedia sekitar 30 stasiun. Rencananya akan ditambah menjadi 100 stasiun yang tersebar di Kota Bandung. Selain menghubungkan dengan permukiman warga, stasiun-stasiun baru nantinya juga akan ditempatkan di pusat keramaian, pusat perbelanjaan, sekolah, dan perkantoran.

Agar terintegrasi dengan layanan transportasi umum lainnya, kata Oded, BOSEH akan ditempatkan dengan sejumlah halte bis dan angkot serta terminal. Alun-alun Bandung menjadi sentra aktifitas warga yang menjadi contoh layanan BOSEH yang diintegrasikan langsung dengan halte bis.

“Jadi, nanti masyarakat kalau mau menggunakan bis bisa ke halte pakai sepeda BOSEH. Sebaliknya, ketika turun dari bis, warga bisa menggunakan BOSEH. Pasangan Oded-Yana berharap bersepeda ini bisa jadi tujuan wisata sekaligus menjadi moda transportasi utama bagi warga,” ujarnya.

Dengan menggunakan kartu bayar elektronik, kata Oded, proses pembayaran BOSEHpun akan memudahkan warga dalam memanfaatkan sepeda sewa itu.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *