Yossi-Aries Siap Kembalikan Kejayaan Cibaduyut, Cihampelas, dan Binong Jati

Terasjabar.co – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 2, Yossi Irianto-Aries Supriatna berjanji akan “menghidupkan” kembali beberapa kawasan wisata dan sentra-sentra usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang pernah mengalami masa kejayaan belasan tahun silam.

Calon Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 2, Aries Supriatna mengatakan beberapa kawasan wisata dan sentra UMKM di Kota Bandung seperti sentra rajut Binongjati, sentra sepatu Cibaduyut dan sentra jins Cihampelas, saat ini kurang mendapat perhatian pemerintah. Padahal, kata dia, sentra-sentra UMKM tersebut pernah menjadi primadona bagi wisatawan sekaligus ikon lain Kota Bandung.

“Kami akan mengembalikan kejayaan sentra sepatu Cibaduyut, sentra rajut Binong dan sentra lainnya seperti dulu. Bahkan kami akan menjadikan sentra-sentra itu go international agar lebih dikenal dunia. Karena kita sebenarnya punya kemampuan,” ujar Aries saat berdialog dengan sejumlah pengrajin sepatu di Cibaduyut, Kota Bandung.

Ia mencontohkan, para pengrajin sepatu dan sandal Cibaduyut sebenarnya mampu memproduksi produk-produk sepatu, sandal dan produk berbahan kulit lainnya yang berkualitas tinggi. Bahkan, kata Aries, kualitas sepatu dan sandal produksi Cibaduyut sebanding dengan produk-produk sepatu dan sandal merk ternama dunia.

“Namun karena tak punya modal, pengrajin Cibaduyut ini hanya jadi kuli. Mereka yang membuat, tapi diberi merk sama pihak lain. Harganya jadi sangat mahal. Sementara, pengrajinnya hanya diberi upah pas-pasan,” ujar Aries.

Pasangan yang membawa tagline Bandung Hebring itu, menyebut banyak hal yang mesti diperbaiki dalam upaya menghidupkan kembali sentra-sentra UMKM dan industri di Kota Bandung. Selain itu, dalam pembenahannya pun tak bisa bila hanya dilakukan oleh Pemkot Bandung.

Menurutnya, diperlukan adanya sinergi dan koordinasi dengan Pemprov Jabar hingga pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perdagangan dan UMKM.

Kendala permodalan, bahan baku, pelatihan untuk meningkatkan skill pengrajin hingga kendala pemasaran, ujar Aries, dapat teratasi bila Pemkot Bandung menggandeng Pemprov Jabar dan pemerintah pusat untuk mengembangkan sentra-sentra UMKM dan industri di Kota Bandung tersebut.

“Kalau umpamanya pengrajinnya diberi modal, pakai merk sendiri dan jual sendiri pasti lebih sejahtera. Kami juga akan coba memproteksi dari produk-produk luar yang sejenis agar produk Bandung kembali jadi primadona dan para pengrajinnya pun makin berkembang,” tutur Aries.

Di samping membantu permodalan hingga pemasaran, pasangan Hebring juga berkomitmen untuk melatih dan melahirkan para pengrajin di sektor UMKM. Sebab, saat ini para pengrajin didominasi para orangtua berusia lanjut.

“Dulu pengrajinnya banyak, pengunjung juga ramai. Sekarang banyak yang bangkrut karena sepi pengunjung. Harus ada regenerasi karena saat ini pengrajinnya sudah sepuh-sepuh. Anak muda harus banyak dilatih karena mereka biasanya lebih kreatif dan inovatif dalam melahirkan produk-produk baru. Saya yakin ke depan Cibaduyut, Binong, Cihampelas dan lainnya akan nanjeur (berkibar),” katanya.

Hal itu, kata dia, selaras dengan visi Yossi-Aries yang ingin melibatkan anak-anak muda kreatif dalam pembangunan ekonomi dan industri kreatif di Kota Bandung. Terlebih, Aries ingin menjadikan industri kreatif sebagai salah satu tulang punggung perekonomian di Ibu Kota Provinsi Jawa Barat itu.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *