2 Penjual Miras Opolosan Yang Tewaskan 23 Orang di Cicalengka Ditetapkan Menjadi Tersangka

Terasjabar.co – Polisi menyelidiki kasus kematian 23 warga Kabupaten Bandung yang tewas akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan. Dari hasil pemeriksanaan dua orang penjual miras oplosan di Cicalengka sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami lakukan penyelidikan (penyebab kematian para korban), dibantu dengan rumah sakit untuk melakukan observasi dan memeriksa keluhan yang dialami pasien,” kata Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan di RSUD Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (9/4/2018).

Hingga kini korban miras oplosan yang ditangani RSUD Cicalengka berjumlah 52 orang. Jumlah tersebut terdiri 20 orang tewas, tiga orang dirujuk, 24 orang rawat inap dan lima orang sudah pulang. Sedangkan tiga orang lainnya meninggal di RSUD Majalaya.

“Pasien masuk sejak Kamis sampai sekarang, dengan keluhan mual, muntah, pusing dan pandangan kabur,” ucap Indra.

Dalam insiden miras oplosan ini, polisi mengamankan enam orang saksi dan dua diantaranya berperan sebagai penjual miras oplosan, inisial JS dan HM. Polisi sudah menetapkan keduanya sebagai tersangka.

“Kami tetapkan tersangka dua orang, JS dan HM itu penjual,” ujar Indra.
Penetapan tersangka itu menyusul keterangan yang disampaikan salah satu korban. Indra mengatakan pihaknya belum dapat meminta banyak keterangan dari para korban karena masih menjalani perawatan.

“Dari keterangan pasien bahwa betul pada tanggal tersebut ada transaksi antara pasien dan penjual, mereka beli minuman. Barang bukti yang sudah ada, botol yang ada sisa minumannya. Kami juga ambil dari muntahan, urine dan darah dari pasien,” tuturnya.

Selain itu, guna mengetahui penyebab kematian para korban, polisi sudah melaksanakan gelar perkara di Mapolsek Cicalengka. Gelar perkara itu dihadiri antara lain Direktorat Narkoba Polda Jabar, BPOM dan laboratorium daerah.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *