Bunda Lagi Hamil? Ini Tips Makan Buat Bunda

Terasjabar.co – Bunda, urusan makan kalau lagi hamil tentunya makan untuk berdua ya Bun. Karena ada si kecil dalam rahim Bunda. Tapi ingat Bun, meski makan untuk berdua bukan berarti porsi makan kita harus didobel lho.

Memang benar, saat hamil Bunda harus menambah asupan makanan. Tapi Bun, yang dimaksud dengan makan untuk berdua ketika kita hamil adalah jumlah gizi harian cukup untuk kebutuhan si ibu juga janinnya. Yang perlu Bunda ingat, makan dengan porsi dobel justu bakal menaikkan berat badan Bunda secara berlebih.

Seperti dikutip dari buku ‘Jurnal Program Nutritalk Tumbuh Kembang Optimal Ciptakan Pemimpin Andal’ yang disusun Kelompok Kerja Jurnalis Penulis Kesehatan (K2JPK) dan Sari Husada’, kalau pertambahan bobot Bunda berlebihan, risikonya Bunda dan janin bisa obesitas.

Kalau janin terlalu besar tapi jalan lahir terlalu sempit, saat persalinan perlu dilakukan operasi caesar Bun. Belum lagi, obesitas juga bisa bikin ibu hamil mengalami preeklampsia dan eklampsia Bun.

“Jadi, yang dimaksud untuk berdua adalah kecukupan gizi hariannya harus bisa menunjang hidup dan aktivitas harian ibu, selain juga untuk tumbuh kembang janinnya. Supaya bumil nggak mengalami kenaikan bobot berlebih dan bisa mendapat kecukupan gizi untuk berdua, pola makan gizi seimbang harus diterapkan dalam pola makan sehari-harui,” kata tim penulis.

Diberitakan detikHealth, Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, Prof Dr Ir Hardinsyah, MS mengatakan selama hamil ibu hanya perlu menambah asupan sekitar 15 sampai 20 persen dari porsi yang dianjurkan. Nah, untuk porsinya, hanya menambah sekitar 15-20 persen dari anjuran sebelum hamil aja Bun.

“Kalau ibu hamil mendapat asupan yang baik, cadangan gizi juga akan digunakan untuk memproduksi ASI,” kata Prof Hardin.

Sementara, dikutip dari Daily Mail, dalam konsorsium DORIAN (Developmental Origins of Healthy and Unhealthy Ageing: The Role of Maternal Obesity), disebutkan kalau anak-anak yang lahir dari Bunda yang penambahan bobotnya berlebihan saat hamil lebih mungkin kena penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan stroke lho Bun.

Di studi ini juga ditemukan kalau plasenta Bunda yang mengonsumsi makanan tinggi lemak memberi perlindungan yang lebih lemah ke janin terhadap hormon kortisol. Seperti kita tahu Bun, hormon kortisol yang berlebih di darah bisa menyebabkan masalah kesehatan karena bisa menekan sistem kekebalan tubuh.

Nggak cuma itu, byang lahir dari Bunda yang obesitas juga memiliki telomere yang lebih pendek. Telomere itu merupakan pelindung ujung kromosom dari kerusakan atau dari fusi dengan kromosom tetangga. Nah, telomere yang lebih pendek dijadikan tanda penyakit dan ancaman umur yang lebih pendek. (red)

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *