Ngeri-Ngeri Sedap, Opung Bertandang ke Kandang Gerung
Oleh:
Dedi Asikin
Terasjabar.co – Jujur saya sempat kaget. Melohok terbengong bengong. Kok bisa ya Lord Luhut (Luhut Binsar Panjaitan) atau biasa dipanggil Opung atau LBP bertandang ke kandang Rocky Gerung.
Wah ngeri-ngeri sedap ini. Orang yang hampir tiap hari dikritik Gerung sebagai menteri yang suka “ngaranjah” tupoksi orang. Menteri segala urusan, bahkan juga sering disatire sebagai Perdana Menteri tanpa porto folio, datang memenuhi undangan dengan senyum mengembang.
Tanpa sedikitpun ada tanda-tanda tidak senang apalagi berang. Gerungpun kali ini nampak santun. Tak seperti biasanya menggerung gerung. Ia memulai dengan pertanyaan bersahabat.
Kapan pak Luhut pergi ke “lapok tuak”? Opungpun menjawab sambil menyeringai, baru tadi teleponan sama orang di Toba sudah lama juga tidak tuh.
Kata Gerung memang tiap etnis tiap suku punya identitas masing masing. Di Menado ada bubur Manado juga di daerah lain. Tapi keragaman itu bukan politik identitas. Malah lebih menjadi perekat kebangsaan.
Luhut sepakat bahwa keragaman kita ini sebuah kenyataan. Ini buah kearifan para founding father kita. Mereka merumuskan Pancasila,UUD 45 NKRI dan bhinneka tunggal Ika.
Kewajiban kita adalah memelihara semua itu, untuk diwariskan kepada anak cucu kita. Kalau bisa kita wariskan yang lebih baik.
Pemerintah siap dikeritik kerena beda pendapat itu bagian dari demokrasi. Pemerintah tidak membenci pengertik. Kalau benci saya tidak datang memenuhi undangan Rocky kata Opung.
Jangan bilang tidak ada kebebasan, buktinya Rocky mengeritik tiap hari sampai presiden saja dibilang dungu. Gak apa apa meski menyakitkan juga.
Mendapatkan hantaman Opung Rocky mencoba berdalih bahwa kerena oposisi nyaris tidak berjalan ya saya gantikan menjadi oposisi sendirian. Tapi jangan diharap ada solusi dari saya. Saya tak punya big data untuk menyusun solusi. Semua data ada pada penyelenggara negara.
Opung menyampaikan keinginan kritik itu dari siapapun jangan didasari cemburu atau kebencian, tapi untuk kebaikan bangsa kedepan. Kita ini baru berhasil mengatasi pandemi Covid-19 yang mendapat apresiasi dari negara negara lain.
Recovery ekonomi juga sudah berjalan dengan baik. Semua itu berkat kebersamaan, kata LBP seolah menolak sanjungan Gerung bahwa keberhasilan mengatasi pandemic covid19 itu merupakan peran LBP sendiri.
Ada prediksi Gerung tentang kemungkinan terjadi peristiwa 1998 yaitu suksesi chaos terulang pada akhir masa jabatan Jokowi, LBP bilang bahwa dia tidak melihat gejala awal kearah sana. Insaallah suksesi akan berjalan mulus dan alami.
Akan tampil pemimpin baru yang akan meneruskan estafet penyelenggaraan negara. Adapun terjadi stagnasi sesaat itu gak soal kerena harus ditemukan rumus kerja terlebih dulu.
Yang penting mari kita bangun negeri ini bersama sama. Perbedaan gak apa apa kerena itu bentuk demokrasi yang kita kehendaki. Mengeritik tetap boleh tapi lewat cara yang santun pungkas LBP.
Pertemuan dua orang yang selama ini terlihat berseberangan bagian terkesan musuhan berakhir dengan jabat tangan.
Tak tahu pula kita apa yang akan dilakukan Rocky setelah itu. Apakah akan mematikan atau mengecilkan suara mesin atau malah akan terus tancap gas menggerung gerung? Wait and see we lah.





Leave a Reply