DPRD Jabar Dikuasi Parpol Kompetitor, Nasib Emil-Uu?
Terasjabar.co – Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil dinilai tidak akan mendapat adangan meskipun DPRD Jabar dikuasai parpol kompetitor.
Hal tersebut disampakan Wakil Ketua DPRD Jabar sekaligus pendiri Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Jabar, Haris Yuliana.
Haris menilai pertarungan politik telah usai di mana saat ini setiap orang akan fokus menjalankan tanggung jawabnya masing-masing sesuai dengan jabatannya.
“Jadi, suasana politik ke depan bukan pada koalisi pemilihan karena itu sudah selesai, tapi bagaimana cara kontrol DPRD terhadap pemprov,” ujar Haris.
Kendati demikian, menurut Haris, hubungan antara pemerintah provinsi dan DPRD yang notabene lembaga legislatif idealnya harus seperti suami istri. Di mana Pemprov belaku sebagai suami dan DPRD menjadi istrinya.
“Ketika pola hubungan suami istri baik baik saja, artinya hal hak dan kewajiban pemprov dilaksanakan dalam batas-batas yang baik, DPRD juga akan baik, apalagi cara cara berpolitik orang Sunda dikenal karakternya baik-baik,” papar dia.
Sejauh ini, Haris mengaku belum memiliki catatan terhadap kepemimpinan Emil, sapaan Ridwan Kamil. Dia menilai, seluruh program pembangunan yang diusung Emil di tahun pertamanya memimpin Jabar masih membuat orang terbelalak.
Baca Juga: Partai Pendukung Emil-Uu Cuma Raup 17 Kursi di DPRD Jabar
Selain itu, Haris pun mengomentari terkait inovasi program pembangunan yang diusung Gubenur cukup realistis dan penting untuk direalisasikan. Sebab dinilainya mampu mengoptimalkan sumber dana untuk membiayai seluruh program pembangunannya, baik dari pemerintah maupun dana bantuan dari luar pemerintah.
“Sebombastis apapun juga, program-program itu kan sumber dananya ada dua, dari pemerintah dan bantuan dari luar. Sejauh ini, Emil mampu mengalokasikan dana-dana pemerintah, baik yang dia tata di pemprov maupun pusat plus dia cari dana dari luar, saya kira tidak masalah, itu bagus banget. Justru kita berharap, kepala daerah punya inovasi, kalau gak punya inovasi Jabar ini agak rumit,” paparnya.
Haris pun berharap, dukungan yang sama dapat diberikan DPRD Jabar kepada pemerintahan Ridwan Kamil. Terlebih, sampai sejauh ini, tidak ada hal krusial menyangkut kegagalan Pemprov Jabar dalam menjalankan program-program pembangunannya. Dia mencontohkan, kegagalan Kertajati untuk penerbangan haji tahun 2019 ini pun bukan kesalahan Pemprov.
“Itu ikhtiar, pada dasarnya fasilitas juga kan belum selesai. Mudah-mudahan tahun depan, makanya kemarin saya bilang jangan berkecil hati,” sebut Haris mencontohkan.
Disinggung dari sudut pandang sebagai penggagas Garbi, dia mengaku mendukung penuh program pembangunan yang diusung Emil di mana sektor infrastruktur menjadi prioritas. Dia berharap, seluruh program pembangunan di Jabar dapat terealisasi, setidaknya di lima tahun periode pertama Emil memimpin Jabar.
“Kita support sepenuhnya Emil (Ridwan Kamil) selama semua inovasinya baik untuk masyarakat Jabar, kita juga siap berada di belakangnya,” katanya.
Hanya saja dia berharap orang nomor satu di Jabar tersebut harus pintar-pintar membagi waktu untuk merealisasikan inovasinya selama lima tahun ke depan.
“Persoalannya kan bagaimana Emil melaksanakan itu semua. Misalnya bicara (revitalisasi jalur) kereta api, itu pasti didukung penuh. Cuma lima tahun ini cukup gak merealisasikannya? Karena kang Aher (Ahmad Heryawan) juga bicara itu,” katanya.
Disinggung soal pola komunikasi Emil, Haris mengatakan, setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda, termasuk Emil. Menurut Haris pola komunikasi, termasuk karakter bukanlah hal yang harus dipersoalkan.
“Kalau komunikasi, take and give aja lah. Setiap orang punya karakter masing-masing, apalagi orang Jabar ini mudah memahami juga sih tentang karakter. Jadi, masalah karakter ini saling memahami saja, jangan menjadi suatu benturan penting dalam perpolitikan di Jabar,” katanya.
Haris menambahkan, Garbi mengusung prinsip kreatif dan kolaboratif yang mengacu pada empat dasar, yakni Islam, nasionalisme, demokrasi, dan kesejahteraan. Mengacu pada prinsip tersebut, Haris menegaskan, Garbi siap berkolaborasi dengan siapapun, baik dengan Pemprov Jabar, ormas, partai politik, dan lainnya sepanjang memiliki tujuan yang sama, yakni kesejahteraan untuk rakyat.
“Mari kita berkolaborasi bersama karena masing masing harus bekerja sama dengan jati dirinya masing masing. Jadi, Garbi Jabar siap berkontribusi dengan siapapun, dengan pemprov, antar-ormas, parpol karena kita punya potensi sebagaimana orang lain juga punya potensi,” pungkasnya.






Leave a Reply