Kongres Forum Humas BUMN 2019: 3 Direksi BUMN Ungkap Pandangan Humas BUMN Ideal di Mata Direksi
Terasjabar.co – Kongres Forum Humas BUMN 2019 yang bertempat di Ballroom Trans Luxury Hotel, Bandung dengan tema besar “The Future of PR” terbagi atas 4 sesi. Diskusi pada sesi pertama acara ini mengangkat tema “3 Direksi BUMN Ungkap Pandangan Humas BUMN Ideal di Mata Direksi”, dengan beberapa pembicara yaitu Bambang Eka Cahyana (Direktur Pelindo I), Sunarso (Wakil Direktur Bank BRI), Dewi Aryani Suzana, S.Sos, M.Si, (Direktur SDM & Umum PT. Jasa Raharja), Rohan Hafas (Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri) dan I Made Suprateka .(Kepala Satuan Komunikasi Perusahaan PT. PLN).
Bambang Eka Cahyana, Direktur Pelindo I menjabarkan bahwa PR ideal di mata Pelindo I berperan sangat sentral dan strategis, “Krisis saat ini dapat datang kapan saja. Pelindo I pernah melewati masa krisis saat tanah di Belawan akan dieksekusi. Berkat jaringan yang diciptakan oleh PR dengan masyarakat di Pelabuhan, Pelindo I terbantu menyelesaikan masalah ini,” ujar Bambang. Lebih lanjut lagi Bambang memaparkan bahwa PR ideal adalah PR yang mampu membangun jaringan dan komunitas. PR mampu mengoptimalkan jaringan digital melalui teknologi dan sosial media.
Sunarso, Wakil Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menuturkan, “Tugas Corporate Communication ada dua, yakni menjaga reputasi perusahaan dan BOD, kemudian membuat perencanaan, implementasi, strategi dan taktik komunikasi.”
Menurut Sunarso, PR merupakan representasi, wajah, suara perusahaan dan jajaran direksi di hadapan publik melalui medium media massa (elektronik, cetak dan televisi). Tidak semua orang bisa menjadi juru bicara yang baik, karena menjadi juru bicara memerlukan penguasaan materi bicara, kepercayaan dan ketenangan diri, serta pelafalan dan intonasi bicara.
Menurut Sunarso lagi, lansekap media saat ini berkembang cepat, pesat, serta dapat diraih di mana-mana. Di Indonesia, terjadi pergeseran media cetak ke media online. Televisi pun bergeser menuju layanan streaming. Media online memungkinkan konten didorong ada setiap waktu agar traffic terjaga. Peranan juru bicara menjadi semakin strategis, penting sekaligus rapuh. Sebuah kesalahan kecil bisa bergulir menjadi blunder yang besar.
Untuk itu PR harus dapat menyampaikan pesan dengan cara yang efektif, yaitu fokus kepada audiens, singkat – too much information = no information, sederhana, to the point dan menggugah. Jadi, kunci sukses dalam berkomunikasi ada pada Persiapan, Siapkan pesan yang bernilai berita dengan prinsip-prinsip: jadilah juru BICARA, bukan juru JAWAB, pikirkan HEADLINE, everything is ON THE RECORD, serta pesan bukan hanya kata.
Pembicara selanjutnya dalam sesi ke-1 ini adalah Dewi Aryani Suzana, S.Sos, M.Si, selaku Direktur SDM & Umum PT. Jasa Raharja. Dewi membeberkan strategi Public Relation yang dilakukan PT. Jasa Raharja beberapa tahun belakangan. “Menghadapi Revolusi Industri 4.0 artinya melakukan pergeseran strategi ke arah digital. Segala hal yang berbau digital menjadi pilihan utama; komunikasi dan aktivitas manusia kian didominasi di dunia digital. Selain itu perkembangan smartphone, dengan semakin terjangkaunya teknologi kepada masyarakat, semakin cepat pula masyarakat dapat mengakses informasi,” jelas Dewi.
Strategi PR Jasa Raharja menurut Dewi, ada pada praktisinya yang agile, melek teknologi, dapat memahami berbagai perkembangan teknologi dan diimplementasikan kepada strategi PR organisasi. Selain itu, paham terhadap pergeseran Lalu adanya keharusan untuk melakukan kobalorasi, karena makin majemuknya interaksi membutuhkan kolaborasi untuk menghadapi permasalahan opini publik unik yang muncul.
Selain itu PT. Jasa Raharja aktif mengajak Millenials sebagai brand lover. Diharapkan, para milenials dapat menambah arah komunikasi dari media konvensional menjadi media sosial. Tak kalah penting adalah adanya penyediaan konten yang lebih soft-selling dan diminati millennials untuk menyampaikan pesan misalnya, keselamatan dalam berlalu lintas. Kemudian langkah lain adalah memberikan berbagai fasilitas untuk unjuk minat dan bakat Millenials Jasa Raharja untuk berkontribusi menjadi brand lovers.
Adaptasi dunia digital pun harus dijalankan untuk mempertahankan eksistensi. “Digital is good, tanpa harus meninggalkan cara-cara konvensional. Kita dapat terus memaksimalkan sumber daya, baik teknologi dan sumber daya manusia, khususnya millenials. Dan yang paling penting adalah being true to itself: hindari hoax!” tegas Dewi.
Tema yang dibawa oleh Rohan Hafas, Ketua FH BUMN yang baru sekaligus Sekeretaris Perusahan Bank Mandiri adalah Change Happens, Hope Happens. “Setiap hari dalam kehidupan kita ada kesempatan untuk berubah, dari sebuah perubahan kita menemukan harapan. Karakter perubahan tersebut dapat kita temui pada generasi milenial. Mereka dianggap memiliki karakter yang skeptis sekaligus open minded. Millenial juga paham dan menyukai teknologi, lebih percaya User Generated, content (UGC) daripada informasi searah, lebih memilih ponsel, wajib memiliki media sosial, kurang suka membaca secara konvensional dan lebih suka transaksi cashless,” papar Rohan Hafas.
Pendekatan PR yang dilakukan Bank Mandiri lewat generasi milenial diharapkan dapat :
- Menumbuhkan brand awareness.
- Mengedukasi masyarakat.
- Membangun, mempertahankan dan meningkatkan kredibilitas.
- Mendukung perusahaan dan kampanye produk.
Setelah pemaparan dari Rohan Hafas, sesi 1 dilanjutkan oleh Made Suprateka (Kepala Satuan Komunikasi Perusahaan PT. Perusahaan Listrik
Negara). Ia menjabarkan, “Fungsi PR yang ideal di Perusahaan PLN/Energi dalam menghadapi lndustri 4.0, dapat dilihat dari pergeseran konsepnya. Jika di era PR konvensional wartawan menjadi “middle man”. Saat ini “middle man” tidak terbatas pada profesi wartawan saja. Siapapun bisa membuat dan menyebarkan media.”
Tantangan menjadi PR untuk PT PLN saat ini adalah kompetensi yaitu memiliki skill set baru; pemahaman IT, new media dan teknologi. PR harus memiliki kemampuan digital, analitik, menulis konten, membangun jaringan dan memiliki spesialisasi. Lalu tantangan lain adalah personalisasi konten, yaitu mampu membuat PR strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan revolusi industri perusahaannya. PR pun harus dapat mengombinasikan aplikasi atau teknologi terbaru dengan fungsi dan kebutuhan PR. Misalnya live streaming, drone, teknologi mixed reality pada windows.
Pencapaian dan Pengembangan Program PLN yang salah satunya didukung oleh kinerja PR yang mumpuni di antaranya adalah :
- Kondisi social politic dengan isu masyarakat kurang mampu dan harga listrik harus murah padahal produksi listrik memiliki biaya tertentu tetap terus diupayakan
- Sejalan dengan perkembangan kinerja keuangan yang makin membaik
- Kepercayaan kepada PLN meningkat sehingga banyak penawaran pinjaman, proses bisnis, pengembangan EBT (Energi Baru Terbarukan).
- Bagaimana CSR (Corporate Social Responsibility) untuk kemajuan listrik dari Micro Hydro, bagaimana listrik untuk pariwisata, penurunan panasl bumi, penganggulangan bencana
- Memperkuat semangat Energi Optimisme = Energy for Life untuk menjadi Content Lead bagi kemajuan Indonesia
- Program yang akan datang mengedepankan Character of Talenta yang profesional, dinamis, technology savvy dan korporasi berstandar internasional. Diharapkan akan terlihat dari berbagai International Recognation
- Dulu : Crisis Roomà Sekarang: Sollution Room
- Layangan pengaduan yang cepat dan tanggap
- Listrik turun harga Rp. 52,-/kwh
PLN pun menyambutnya dengan membangun KOL Academy (Key Opinion Leader Academy), yang menghimpun kekuatan internal sehingga menjadi
key opinion leader handal bagi PLN, dengan sisi ekternal yang juga sangat penting.





Leave a Reply