Rapat Perdana Tim Sinkronisasi Ridwan Kamil, Ini yang Dibahas
Terasjabar.co– Tim Optimasi dan Sinkronisasi gubernur dan wagub Jabar terpilih Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum menggelar rapat perdana untuk membahas enam misi utama Jabar Juara.
Ketua Tim Optimasi dan Sinkronisasi Erry Riyana Hardjapamekas mengatakan rapat tersebut digelar untuk menyamakan persepsi agar gubernur dan wakil gubernur terpilih dapat berkomunikasi dalam bahasa yang sama dengan birokrasi.
“Ekspektasi masyarakat tinggi dan banyak sekali harapan yang disampaikan oleh warga Jabar atas terpilihnya Kang Emil (Ridwan) dan Kang Uu sebagai gubernur dan wakil gubernur,” kata Erry dalam rilis yang diterima Terasjabar.co, Kamis (2/8/2018).
Erry menjelaskan sudah seharusnya Emil-Uu memilih program yang tepat agar program 100 hari kerja atau hingga masa jabatan selesai. Acara rapat perdana ini dihadiri oleh 14 anggota Tim Optimasi dan Sinkorinisasi dan beberapa tokoh Jabar di antaranya Sarwono Kusumaatmadja, Kusmayanto Kadiman, serta Anggota MWA Unpad dan Iwan Abdulrachman sesepuh Wanadri .
Dalam rapat ini tim membentuk kelompok kerja kewilayahan dan 25 kelompok kerja yang secara khusus menghimpun aspirasi warga melalui saluran offline juga online dalam program Rumah Kolaborasi.
“Setelah proses ini dilalui, tim akan bertemu Kang Emil dan Kang Uu untuk menyampaikan finalisasi dokumen dan rekomendasi berkenaan dengan program prioritas pasangan Gubernur dan Wagub terpilih selama lima tahun ke depan,” kata Erry.
Emil, sapaan Ridwan Kamil, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih terbentuknya tim terdiri dari berbagai pakar dan akademisi ini bekerja untuk menafsirkan misi utama Jabar Juara Lahir dan Batin.
“Saya bersyukur karena banyak pakar, akademisi dan praktisi pembangunan yang urug rembug, sumbang saran membantu kami dalam membangun peradaban baru di Jawa Barat,” kata Emil.
Sementara itu, Uu menilai Pemprov Jabar di bawah kepemimpinannya harus mendukung seluruh kegiatan keagamaan terutama pesantren yang jumlahnya sangat banyak.
“Difokuskan pembangunan infrastuktur pesantren, peningkatan kesejahteraan ulama, ustad dan guru ngaji serta bantuan untuk para santri,” ucap Uu.
Selain itu ke depan Pemprov Jabar harus fokus dalam membangun desa dengan pemberian dana bantuan yang diberikan secara proporsional. Salah satunya dengan inovasi program internet masuk desa.





Leave a Reply