Jelang Natal dan Tahun Baru, Stok Pangan di Jabar Surplus
Terasjabar.co – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat memastikan ketersediaan stok 11 komoditas pangan strategis di 27 kabupaten/kota menjelang Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 cukup.
Berdasarkan data neraca pangan strategis yang dilaporkan DKPP kepada Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, terdapat 11 komoditas yang dinyatakan ketersediaannya aman secara umum di 27 kabupaten/kota.
Adapun 11 komoditas yang dimaksud yakni, beras, jagung, bawang merah, daging ayam, daging sapi, telur ayam, gula pasir, cabai besar, cabai rawit, minyak goreng, dan bawang putih.
“Sampai akhir November 2022, berdasarkan data aplikasi neraca yang diinput oleh kabupaten/kota, secara rata-rata 11 komoditas pangan strategis mengalami surplus,” kata Kepala DKPP Jabar Moh Arifin Soedjayana, Jumat (9/12/2022).
DKPP mencatat, ketersediaan beras di Jabar mencapai 199,620 ton sedangkan kebutuhan mencapai 84,901 ton. Sehingga, dapat dikatakan ada surplus sebanyak 114,119 ton. Beras terpantau dijual dengan harga di pasaran yakni Rp 10.830 per kilogram.
“Tapi ada beberapa daerah yang mengalami defisit beras seperti Kabupate Bandung, Kabupaten Sukabumi, Cianjur, dan Kota Cimahi, sisanya surplus,” tuturnya.
Komoditas bawang merah juga mengalami surplus dengan ketersediaan mencapai 5,258 ton. Sementara kebutuhan 4,392 ton alias surplus sebanyak 866 ton dengan harga jual Rp 30.321 per kilogram.
Ia mengatakan, komoditas daging sapi ketersediaan mencapai 3,340 ton dengan kebutuhan mencapai 2,454 ton mengalami surplus hingga 886 ton dan harga jual Rp 133.883 per kilogram. Lalu telur ayam dengan kebutuhan sebanyak 13,042 ton ketersediaanya mencapai 14,593 ton.
Arifin memastikan DKPP Jabar juga terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan keamanan produk hewan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Nataru bersama organisasi perangkat daerah dan instansi terkait di daerah.
Berdasarkan hasil pemantauan, ketersediaan produk hewan aman dan fluktuasi harga relatif wajar. “Kami terus memantau dan memastikan ketersediaan dan keamanan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru terjamin,” ucapnya.
Selain pemantauan, pihaknya juga sudah menggelar program Gelar Pangan Murah (GMP) di sejumlah kabupaten/kota. Menurutnya kegiatan ini menjadi salah satu indikator kecukupan pangan masyarakat, dan merupakan salah satu elemen penting dalam perekonomian, serta berkontribusi terhadap inflasi.
Acara Gerakan Pangan Murah kali ini adalah hasil kolaborasi dari DKPP dengan berbagai pihak diantaranya mulai dari Bapannas, KPED, TPID, BI, dan juga dinas yang menaungi bidang ketahanan pangan.
“Awal Desember ini kami gelar di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Tasikmalaya, di GPM kami menyediakan mulai dari bawang, gula, minyak goreng, hingga perdagingan,” pungkasnya.
Leave a Reply