Koalisi Kumpul Kebo
Oleh: Dedi Asikin
Terasjabar.co – Koalisi itu sekarang menjadi sebuah keniscayaan, fardhu kifayah atau sunnah muakad, wallahu alam. Yang pasti semua parpol harus bekerja sama, kalau tidak mereka tidak dapat mencalonkan presiden dan wapres dalam pilpres 2024. Mereka terjebak oleh ketentuan Presidential Threshold 20% suara dalam Pemilu 2019. Aturan itu ada pada UU 7 tahun 2017 tentang Pemilu.
Satu satunya partai yang bisa jalan sendirian hanya satu PDIP. Si banteng moncong putih itu tahun 2019 mendapat suara 22,26%. Tapi apa dia “ludeng” jalan sendiri?. Nanti diteriakin rame-rame, “Sorangan wae neng, angkat kamana neng?“. Yang lain diluar partai berdarah biru yang istiqomah ngaku partai wong cilik, “wajib” hukumnya berkoalisi.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) koalisi itu artinya, kerjasama beberapa partai politik untuk memperoleh suara lebih banyak. Nah parpol parpol kita yang lain dalam Pemilu 2019 tidak ada yang dapat suara segitu. Gerindra hanya dapat 13,75%, PKB 10,09%, Golkar 14,7%, PAN 7,6%, NASDEM 9,6%, PKS 8,7%, Demokrat 9,39%, dan PPP si bungsu cuma kebagian 4,1%.
Kerena itu mereka terpaksa, mau tidak mau harus berhimpun dalam ikatan “pernikahan sementara”. Gak perlu lagi cinta sejati, ngak harus satu visi tak perlu sama ideologi. Kalau selesai tujuan dan tidak ada lagi kecocokan tinggal to say goodbye, selesai perkara.
Teman saya wartawan Seno Gumira Ajidarma menyebut kumpul-kumpul atau koalisi seperti itu, “Koalisi Kumpul Kebo”, hehehe. Namanya juga wartawan kadang kadang cari-cari kata yang aneh-aneh, nyeleneh, bahkan agak kurang ajar. Tapi itu kan strategie pasar, biar informasinya dilirik orang.
Kata kumpul kebo itu mengingatkan saya pada newstrending sekitar tahun 1980 an. Waktu marak berita tentang kehidupan anak muda di Yogyakarta yang hidup bareng bareng di kontrakan layaknya pasutri tanpa ijob qobul dulu didepan penghulu.
Kembali kepada topik koalisi parpol parpol berebut jalan ke istana, sementara ini tampaknya akan 4 poros. Poros pertama Golkar, PAN dan PPP, disebut Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) atau yang disebut juga Koalisi Semut Merah.
Kedua Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya Gerindra dan PKB, yang ketiga Koalisi Tunggal PDIP, dan yang keempat Nasdem PKS dan Demokrat.
Tapi sejauh ini semua masih cair. Masih bisa berobah detik perdetik. Politik itu katanya sangat dinamis. Kadang kadang diluar prediksi. Kadang pula diluar akal sehat.
Masih ada waktu. Teman saya Sultan Syahid bilang “Belanda masih jauh”. Lagian mereka biasa bikin goal pada injury time, menit menit akhir sebelum wasit meniup peluit panjang,triiiittttttttt”.






Leave a Reply