Soal Rencana WFH Permanen di Jabar, Achdar Sudrajat: Butuh Kajian Mendalam
Terasjabar.co – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, H. M. Achdar Sudrajat, S.Sos. merespon rencana WFH Permanen di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Achdar mengatakan rencana tersebut haruslah melalui kajian yang mendalam.
Ia mengatakan kajian ini harus dilakukan di semua bidang tugas ASN, terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik. Dalam hal ini pelayanan publik di internal pemerintahan maupun ekstetnal kepada masyarakat.
“Terutama bidang-bidang yang berkaitan langsung dengan masyarakat serta bidang-bidang yang tidak bisa dilakukan dengan WFH,” kata Achdar, Selasa (10/5/2022).
Ia mengatakan untuk tugas di bidang penelitian, analisis, tugas lapangan, dan tugas administrasi, kata Achdar, memang kemungkinan besar dapat dilakukan juga secara WFH.
Hal yang perlu diperhatikan di antaranya absensi dan pemantauan tugas mereka selama WFH atau di lapangan.
“Untuk bidang-bidang research atau bidang-bidang yang sifatnya administrasi mungkin saja bisa dilaksanakan secara remote job atau WFH. Untuk absensi secara elektronik juga diharapkan sudah teruji bahwa langkah tersebut sudah dilakukan dengan benar, jangan nanti justru ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku,” tuturnya.
WFH atau remote job, katanya, sudah dilakukan oleh beberapa pekerjaan yang memang tidak diperlukan kehadiran secara fisik.
“WFH permanen menurut saya harus dikaji lebih mendalam lagi ke efektivitasnya jangan sampai malah jadi kontra produktif,” ujarnya.
Baca Juga: Hari Pertama Masuk Kerja, Ridwan Kamil: Jabar Siapkan WFH sebagai Sistem Kerja Masa Depan
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menggodok wacana yang memberlakukan sistem kerja dari rumah atau work from home bagi aparatur sipil negara (ASN) Jawa Barat, Senin (9/5/2022).
Rencana tersebut diungkapkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil setelah menilik kebiasaan bekerja ketika masa pandemi Covid-19.
“Sampai saat ini sebagian pegawai kita izinkan WFH, itu juga akan berlaku untuk masa depan. Kita sedang kaji mana yang bisa permanen WFH dan harus tatap muka,” tuturnya kepada wartawan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat, Senin (9/5/2022).
Ridwan Kamil menilai WFH permanen mungkin saja dilakukan setelah menilik kebiasaan bekerja pegawai negeri sipil yang terbilang efektif.
“WFH permanen sedang dikaji, pandemi kan adaptasi kebiasaan baru termasuk kerja-kerja yang bisa WFH 100 persen akan kita jadikan pola baru, enggak usah ketemu kalau di Zoom bisa beres, nanti akan diklasifikasikan,” lanjut pria yang kerap disapa Kang Emil tersebut.






Leave a Reply