Tinjau Progres Reaktivasi Jalur KA Rancaekek-Tanjungsari, Zulkifly Chaniago Dorong Pembangunan Jalur KA Hingga BIJB Kertajati
Terasjabar.co – Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat meninjau langsung progres reaktivasi jalur kereta api Rancaekek – Tanjungsari terkait dengan penetapan Rencana Induk Perkeretaapian Jawa Barat, Jumat (08/10/2021).
Anggota Komisi IV DPRD Jabar dari Fraksi Partai Demokrat, H. Zulkifly Chaniago, BE. mengatakan reaktivasi jalur kereta api Rancaekek-Tanjungsari sepanjang 11,5 KM direncanakan beroperasi 2022-2023.
Zulkifly menambahkan reaktivasi jalur kereta api dibutuhkan untuk mengurangi kemacetan dan menurunkan tingkat penggunaan kendaraan pribadi.
“Reaktivasi ini akan kita dorong untuk memudahkan aksesibilitas menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati salah satunya selain untuk mengurai kemacetan di kawasan Jatinangor”, ujar Zulkifly kepada Terasjabar.co, Jumat (8/10/2021).

Zulkifly menambahkan, reaktivasi jalur Rancaekek-Tanjungsari juga akan mereaktivasi dua stasiun yakni stasiun Jatinangor dan stasiun Tanjungsari selain pengembangan Stasiun Rancaekek.
“Kita meninjau terkait peta lokasi untuk stasiun di Jatinangor dan secara umum eksistingnya sudah beralih fungsi menjadi pemukiman penduduk serta kantor instansi, mungkin dalam waktu dekat akan ada relokasi”, terangnya.
Zulkifly menekankan, setelah masuk draft raperda perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 22 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat Tahun 2009-2029, selain reaktivasi jalur Rancaekek – Tanjungsari juga didorong pembangunan jalur kereta api menuju Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati.
“Eksistingnya kan dari Rancaekek ke Tanjungsari, nah dari sananya kita bangun rel baru. Trase ini akan kita dorong sampai Bandara Internasional Kertajati bahkan hingga Cirebon”, tutupnya.






Leave a Reply