Walhi Jabar Sebut Kolam Retensi Cieunteung Tidak Efektif Reduksi Banjir
Terasjabar.co – Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat Dadan Ramdan mempertanyakan efektivitas kolam retensi di Cieunteung, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung yang menghabiskan dana Rp 100 milyar.
Menurut Dadan, Kolam Retensi Cieunteung dinilai tidak efektif untuk menjawab persoalan banjir di wilayah tersebut. Ia menambahkan, permasalahan banjir yang berdampak kepada 10 wilayah di Kabupaten Bandung tidak bisa diselesaikan hanya dengan Kolam Retensi Cieunteung. Bahkan, Kolam Retensi Cieunteung hanya bisa mengurangi volume banjir sebesar 20%.
“Kalau kita coba audit di lapangan ternyata kolam retensi yang menghabiskan dana 100 milyar ini belum efektif. Bahkan tidak efektif menjawab problem genangan yang ada di wilayah Baleendah. Hanya untuk wilayah Baleendah saja tidak mengatasi, apalagi untuk wilayah lainnya,” kata Dadan, Sabtu (9/3/2019).
Dadan juga menilai pemanfaatan oxbow atau sungai mati yang ada di sekitar Citarum tidak difungsikan dengan baik. Padahal, tambah Dadan, oxbow dapat berfungsi sebagai kolam retensi alami.
“Oxbow kalau kita hitung itu ada 20 yang belum terurus dengan baik. Padahal, oxbow bisa berfungsi sebagai kolam kolam retensi. Jadi aliran dari Citarum bisa dialirkan kesitu dengan catatan oxbow itu difungsikan, dikeruk, dan didalami jadi kolam retensi yang bisa mengurangi volume air,” kata Dadan.
Di samping itu, Dadan mengatakan masalah banjir tahunan yang terjadi di Kabupaten Bandung bukan merupakan masalah administratif atau geografis saja. Namun, masalah banjir merupakan masalah tata kelola kawasan di cekungan Bandung.
“Jadi kalau kita perluas ini menjadi problem kawasan cekungan Bandung. Kalau bicara cekungan Bandung ini ada lima kabupaten/kota. Genangan ini dipengaruhi oleh Kota Bandung, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Bandung. Dalam kawasan itu banyak sub DAS yang menyuplai dari kawasan timur, selatan dan utara,” tutur Dadan.






Leave a Reply