Tekan Angka Kecelakaan, Pemkot Bandung Siapkan Aplikasi Sicalakan

Terasjabar.co – Pemerintah Kota Bandung menyiapkan aplikasi untuk mengelola data kecelakaan dari berbagai sumber. Kebutuhan data itu akan dimanfaatkan untuk merancang pengembangan pola dan skema pencegahan kecelakaan di Kota Bandung.

“Aplikasi ini akan mengembangkan pelaporan dari seluruh rumah sakit dan berbagai sumber terkait peristiwa kecelakaan, sehingga kami bisa mendapat informasi yang lebih rinci,” tutur Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Ahyani Raksanagara,Sabtu (16/2/2019).

Ia menjelaskan, aplikasi ini merupakan hasil kolaborasi dengan Bloomberg Philanthropies Initiative for Global Road Safety (BIGRS) yang telah dilakukan sejak 2015. Aplikasi yang masih dalam tahap rancangan itu bernama Si Calakan, akronim dari Sistem Informasi Kecelakaan/Tabrakan Lalu Lintas. Aplikasi itu akan menyajikan angka detail mengenai data kecelakaan yang terjadi di Kota Bandung.

Si Calakan ditujukan untuk mengolah data rumah sakit terkait cedera akibat kecelakaan di jalan yang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Bandung melalui dana dari Bloomberg Philanthropies.

Tujuan dibuatnya Si Calakan akan memudahkan sistem pencatatan elektronik rumah sakit untuk mengotomatiskan pelaporan. Pengumpulan dan pengolahan data kecelakaan itu akan dijadikan bahan evaluasi bagi program pencegahan kecelakaan akibat perilaku pengendara hingga sistem lalu lintas.

“Aplikasi ini membuat sistem pelaporan data rumah sakit terkait cedera di jalan lebih berkelanjutan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana berharap program dan kampanye keselamatan jalan yang bekerja sama dengan BIGRS terus berlanjut. Kota Bandung masih membutuhkan banyak perubahan sistem dan rekayasa infrastruktur jalan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Pemkot Bandung dan BIGRS bertekad untuk terus menekan angka kecelakaan. Selama kerja sama ini berlangsung, banyak manfaat positif yang didapat oleh Kota Bandung. Berdasarkan annual report, perubahan dalam manajemen berlalu lintas ini bisa menekan angka kecelakaan di Kota Bandung,” tuturnya.

Programme Director BIGRS, Kelly Larson mengatakan, selama 5 tahun BIGRS dan Pemkot Bandung telah bekerja sama mewujudkan keselamatan jalan untuk menekan angka kecelakaan. Banyak perkembangan keselamatan jalan di Kota Bandung yang dicapai selama kerja sama berlangsung.

“Kami sering berkunjung di 4 tahun terakhir ini. Kami mendapatkan informasi positif mengenai kemajuan di kota Bandung perihal keselamatan jalan sejak tahun 2015,” ujarnya .

BIGRS masih menaruh komitmen dalam pencegahan kecelakaan di Bandung. Di seluruh dunia, diperkirakan 1,2 juta orang tewas dalam kecelakaan di jalan setiap tahun. Statistik juga menunjukkan ada sebanyak 50 juta orang terluka. Pada 2016, posisi cedera akibat tabrakan malah naik sebagai penyebab kematian ke-5 di dunia, di atas HIV/AIDS dan Tuberculosis.

Cedera akibat tabrakan telah menjadi tantangan kesehatan publik yang besar. Bersama angka kematian, tragedi di balik angka-angka ini kerap dianggap kurang menarik perhatian media massa. Padahal, proyeksi menunjukkan bahwa angka-angka ini akan meningkat sekitar 65% selama 20 tahun ke depan, kecuali ada komitmen untuk pencegahan.

Dalam Rapat Kemitraan Keselamatan Jalan BIGRS di hari yang sama, dibahas rencana 2019 dan rencana jangka panjang untuk keselamatan jalan melalui bidang media massa dan komunikasi, data dan pengawasan, jalan dan mobilitas yang lebih berkeselamatan, dan penegakan hukum.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *