Dikritik Fahri Hamzah dan Said Didu Soal Unggahan Tol Cigatas, Ridwan Kamil Minta Tidak Diperpanjang

Terasjabar.co – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, mengomentari unggahan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di media sosial, dengan bernada kritik. Keduanya mengritik postingan Ridwan Kamil di media sosial tentang Tol Cigatas.

Menanggapi hal tersebut, Ridwan Kamil mengatakan hal itu tidak perlu diperpanjang.

“Menurut saya gak perlu diperpanjang, kebanyakan dari kita ribut tentang istilah definisi, bukan tentang harapan sebuah perubahan kemajuan,” ujarnya ketika ditemui di Gedung Sate, Rabu (23/1/2019).

Menurut mantan Wali Kota Bandung itu, masyarakat seharusnya membahas fungsi sebuah program pemerintah, bukan mengenai penulisannya di status media sosial.

“Yang dibahas harusnya itu (fungsi program). Ini yang dibahas judulnya, kenapa ‘hadiah’, kenapa itu kenapa ini,” ujarnya.

Ia juga mengaku tidak paham bagian mana yang harus dikritik. Menurutnya, statusnya di media sosial tersebut hanya berkaitan dengan pekerjaan pemerintah.

“Kalau mau mengritik, bagian mananya, kan saya tidak menulis Pak Jokowi tanpa embel-embel. Kan saya tulisnya Presiden, berarti urusan kedinasan,” ujarnya.

Ia juga merasa bahwa kalimat yang ia gunakan adalah kalimat yang benar, termasuk mengenai pencanangan Tol Cigatas.

Menurutnya, sudah tepat ia menulis bahwa Presiden Jokowi yang mencanangkan tol tersebut.

“Coba media bahas, saya tulisnya, apa yang dikritik. Saya tulis ‘pencanangan’, karena Pak Jokowi mencanangkan pembangunan. Saya tulis, akan dibangun 2019, maka itu kalimatnya Pak Presiden yang saya beritakan, maka masalahnya apa?” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Ridwan Kamil mengunggah postingan mengenai Tol Cigatas di akun media sosial Twitter pribadinya.

Dalam cuitannya di Twitter, Ridwan Kamil mengatakan, Tol Cigatas tersebut bakal segera dibangun dan hal itu disebutnya sebagai hadiah untuk warga Garut dan Tasikmalaya.

Selain itu, kata Ridwan Kamil, pelaksanaan pembangunan Tol  Cigatas itu bakal dimulai pada awal Tahun 2019.

“MACET BANDUNG-GARUT dan BANDUNG-TASIKMALAYA akan diselesaikan melalui proyek Jalan Tol CIGATAS (Cileunyi-Garut-Tasik), yg pencanangannya diumumkan Presiden Jokowi kemarin di Cibatu Garut. Hadiah utk warga Garut & Tasikmalaya. Pelaksanaannya Insya Allah tahun 2019 ini. #JabarJuara” tulis Ridwan Kamil di akun Twitterpribadinya, Sabtu (19/1/2019).

Sementara itu, cuitan Ridwan Kamil soal Tol Cigatas itu ternyata sempat mendapat respons dari eks Wakil Bupati Garut yang juga adalah seorang artis, yakni Diky Candra.

Menurut Diky Candra, proyek Tol Cigatas sudah lama direncanakan yaitu sejak dia masih menjabat di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

“Proyek ini sudah lama direncanakan sejak saya masih menjabat di era pa @SBYudhoyono gub @aheryawan kepala bapedaprovnya prof deni. Saat senang dan meminta agar mengantisipasi sektor ekonomi limbangan kersamanah yg nantinya tidak lagi jadi jalur lintas.sip,” kata Diky Candra, menanggapi cuitan Ridwan Kamil.

Selain Diky Candra, politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean juga mengomentari cuitan Ridwan Kamil soal Tol Cigatas.

Menurut Ferdinand Hutahaean, Ridwan Kamil dianggap telah melakukan sebuah kebohongan.

“Ncik @ridwankamil , kalaupun mau menjilat memuji Jokowi, boleh saja. Tp jgn gunakan data dan info yang tdk jujur. Jangan bohong utk menutupi sejarah,” tulis Ferdinand Hutahaean, Minggu (20/1/2019).

Sementara itu, cuitan Ferdinand Hutahaean itu langsung mendapatkan respons dari Ridwan Kamil.

“Definisi perencanaan itu sejak dimulainya kajian feasibility study (FS). FS tol cigatas baru dimulai di 2016. Jika belum FS itu namanya “niat baik”. Terima Kasih,” kata Ridwan Kamil, Senin (21/1/2019).

Terbaru, mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu juga turut berkomentar terkait cuitan Ridwan Kamil di Twitter soal Tol Cigatas.

Menurut Said Didu, untuk perencanaan jalan Tol, dibutuhkan tujuh tahap yang harus dilakukan terlebih dahulu.

“Pak @ridwankamil yth, saya jlskn tahapan perencanaan jalan Tol : 1) study kepadatan lalu lintas, 2) pra study kelayakan (ekonomi, lingkungan, sosial dll), 3) penetapan ruas jalan tol, 4) study kelayakan rinci, 5) lelang kepada investor, 6) pembebasan tanah, 7) konstruksi,” kata Said Didu.

Adapun cuitan Ridwan Kamil terkait Tol Cigatas semakin ramai kala Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah pun turut mengomentari pernyataan Ridwan Kamil.

Menurut Fahri Hamzah, sebaiknya Ridwan Kamil tidak terlalu partisan, dan diminta fokus saja dengan perannya sebagai seorang Gubernur.

“Pesan saya kepada bang RK dan semua gubernur, lunakkan langkah dan jangan terlalu partisan, kasihan rakyat kalau calon anda kalah nanti hubungan dengan pemerintah pusat kurang baik, dana transfer terganggu rakyat yg susah…Fokuslah seperti Gub sumut..DKI dkk,” kata Fahri Hamzah

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *