Gubernur Jabar Minta Kepala Daerah Se Ciayumajakuning Inventarisir Data Kebutuhan
Terasjabar.co – Lima Kepala Daerah se Ciayumajakuning (Kota dan Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan) diminta untuk menginventarisir data kebutuhan tiap-tiap daerah.
Mulai dari kebutuhan infrastruktur, pengembangan objek wisata, pembangunan pasar tradisional dan sebagainya.
Permintaan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam pertemuan Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan Umum Dalam Rangka Gubernur Sebagai Wakil Pemerintahan Pusat (KOPDAR_GWPP) di Hotel Prima Cirebon, Kamis (22/11/2018).
Orang nomor 1 di Provinsi Jawa Barat atau karib disapa Emil ini mengemukakan, di awal pemerintahannya, Provinsi Jawa Barat turun ke bawah (tiap-tiap daerah) untuk belanja kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi oleh pemerintahan tingkat 2 se Jawa Barat.
“Hari ini adalah semangat baru dihadirkan di kepemimpinan saya sebagai Gubernur, itu lebih turun ke bawah, merangkul, membina Walikota/Bupati agar sinkron tujuan Provinsi, Curhatan dari tingkat 2 juga ditampung kemudian nanti kita selesaikan,” kata Emil usai acara.
Menurut Emil, setiap daerah memiliki permasalahan dan kebutuhan yang berbeda-beda. Penyelesaiannya pun berbeda-beda. Sehingga, problem solving itu ada yang cukup diselesaikan di tingkat kota/kabupaten, provinsi dan pusat.
Olehnya, menjadi penting diadakan pertemuan lintas daerah. Sebab, kata Ia, penumpukan masalah di tiap daerah, terkadang dikarenakan putusnya informasi. Sehingga, penyelesaiannya pun tersendat dan sama sekali tidak tersentuh oleh pemangku kebijakan.
“Ini menjadi penting karena selama ini banyak hal-hal tidak terjadi karena ada kemacetan saluran komunikasi atau kemacetan yang sifatnya kewenangan,” jelas Emil.
Arsitek lulusan University of California-Berkeley ini menambahkan, di masa jabatannya selama 5 tahun mendatang, akan memberikan post anggaran ke daerah lebih banyak. Dan itu disesuikan buku inventarisasi yang dibuat tiap-tiap daerah, baik persoalan infrastruktur, penataan Alun-Alun, budaya, pariwisata dan lain-lain.
“Insya Allah 2019 akan lebih banyak perubahan. Dan tiap-tiap tahun, sampai 5 tahun akan hadir puluhan projek,” sebutnya.
Dikatakannya, alokasi anggaran provinsi Jabar diberlakukan sama rata di tiap daerah kota dan kabupaten. Serap atau belanja kebutuhan ini, diawali oleh Ciayumajakuning.
“Jadi sama rata saja, tapi yang performa kabupaten nya bagus ya didahulukan. 27 creative center, 27 pariwisata baru, 27 pasar beberapa lokasi,” pungkasnya.






Leave a Reply