Panwaslu Kota Bekasi Dinilai Mandul

Terasjabar.co – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bekasi dituding mandul. Tudingan tersebut disampaikan oleh sekitar 50 anggota Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia juga Aliansi Mahasiswa Kawal Pilkada saat menggelar aksi demonstrasi di Kantor Panwaslu Kota Bekasi, Rabu, 28 Maret 2018.

Tudingan ini dilontarkan karena Panwaslu Kota Bekasi tidak memproses laporan dugaan ketidaknetralan Sekretaris Daerah Kota Bekasi Rayendra Sukarmadji dalam Pilkada Kota Bekasi 2018.

Koordinator lapangan aksi KAMMI Banter Adis Munandar menyatakan bahwa kasus dugaan ketidaknetralan yang dilakukan Rayendra untuk memobilisasi ASN Pemerintah Kota Bekasi untuk mendukung salah satu kandidat Pilkada Kota Bekasi 2018 harus diusut dengan tuntas.

“Ini kasus serius, karena tindakan tersebut sudah mencederai pesta demokrasi warga Kota Bekasi,” ucapnya.

Adis mengatakan, pengabaian ini melanggar Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tersebut, mengakibatkan ASN lain di lingkup Pemkot Bekasi merasa bebas melakukan pelanggaran serupa.

“Semestinya Panwas tidak memberikan angin segar pada para pelanggar. Kasus tersebut sudah seharusnya diusut tuntas dan dibongkar agar tidak ada lagi ASN yang menyalahgunakan kewenangannya untuk mendukung salah satu kandidat tertentu,” ucapnya.

Adis menambahkan, keputusan Panwas menghentikan pengusutan kasus ketidaknetralan Sekda Kota Bekasi karena kurangnya syarat material tidaklah tepat.

“Justru semestinya Panwas bergerak aktif menginvestigasi, dan menjemput bola mengumpulkan bukti yang diperlukan. Panwaslu harusnya proaktif, karena inilah institusi yang bertanggung jawab terhadap ketertiban proses Pemilu,” ucapnya.

Sebelumnya Panwaslu tidak memproses lebih lanjut dugaan ketidaknetralan Sekda Kota Bekasi, karena laporan terkait dugaan ketidaknetralan Sekda Kota Bekasi hanya berupa barang bukti yang tidak disertai saksi.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *