Ini Kata Pengamat Soal Wacana Ridwan Kamil Akan Tambah 13 Daerah Otonomi Baru

Terasjabar.co – Pakar hukum tata negara Asep Warlan Yusuf menilai Jawa Barat sangat layak dimekarkan menjadi 40 daerah yang awalnya hanya 27 kabupaten dan kota. Namun, jumlah tersebut harus berdasarkan pada kajian yang mendalam.

Hal itu menanggapi pernyataan Cagub Jabar Nomor Urut 1 Ridwan Kamil yang menyebut akan memperjuangkan secara politis pembentukan daerah otonomi baru (DOB). Ridwan Kamil pernah mengatakan membutuhkan 13 daerah pemekaran baru.

“Kalau dibandingkan provinsi lain saya kira sangat wajar Jabar jadi 40 daerah,” kata Asep Warlan, Senin (26/3/2018).

Menurut Asep Waran pembentukan DOB ini harus dilakukan melalui kajian secara komprehensif. Pemprov Jabar harus melihat daerah-daerah yang akan dimekarkan secara objektif dari berbagai aspek.

“Jangan target jumlah kemudian dipaksa jadi DOB padahal fak laik atau sebaliknya banyak yang lain malah gak dijadikan DOB.

Ia menyarankan Pemprov Jabar mendatang harus melakukan kajian lebih dulu sebelum menjanjikan jumlah DOB, sebab idealnya DOB muncul berdasarkan kajian bukan sebaliknya.

“Angka itu lahir karena hasil kajian itu bukan dibalik. Jadi kalau gubernur ke depan akan mengkaji lagi, harus mulai dari awal lagi semua dengan kajian mendalam,” ungkap dia.

Menurutnya untuk pengajuan otonomi daerah baru perlu dilakukan kajian secara akademik, objektif dan rasional dari pemerintah daerah maupun pusat. Ada beberapa aspek penilaian sebagai syarat pemekaran wilayah.

“Ada beberapa kriteria pemekaran wilayah itu. Misalnya jumlah penduduk, pendapatan daerah, pelayanan, segi fungsi pemerintahan banyak lah segi aspek yang mesti di ukur dari kemungkinan otonomi daerah itu,” ungkap dia.

Ia mengatakan kajian secara komprehensif ini harus dilakukan agar tidak terjadi persoalan di kemudian hari. Pasalnya, sambung dia, ada beberapa otonomi daerah baru yang dianggap gagal berkembang.

“Karena beberapa daerah dimekarkan tidak maju-maju di Sulbar, malah bermasalah terus karena tidak kunjung meningkat jadi perlu ada kajian komprehensif,” tutur dia.

Ia menjelaskan sudah ada beberapa daerah yang sudah masuk dalam kriteria kajian awal otonomi daerah baru seperti Garut Selatan, Bogor Utara, dan wilayah di Kabupaten Bandung. Namun, sambung dia, perlu ada kajian lanjutan.

Berdasarkan Undang-undang nomor 23 tahun 2014 pemekaran daerah baru dilakukan dengan adanya masa transisi sebelum menjadi pemerintahan definitif. Masa transisi ditinjau selama beberapa tahun.

“(Lama kajian) tergantung kompleksitas, ada yang bisa cepat 6 bulan, bahkan lebih. Ini berkaitan serapan APBN, diukur per tahunnya nanti dinilai ada juga disebutnya pra daerah otonom. itu juga jadi ukuran masa transisi itu uji coba dalam beberapa tahun kalau tidak (efektif) kembali ke induk,” jelas Asep.

“Uji coba dilakukan agar tidak terburu-buru karena harus ada DPRD, kantor pemerintahan jadi harus ada biaya besar oleh pusat,” menambahkan.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × four =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam