Terkuak! Ketika Proklamator Berbicara PKI Pada Jendral

Terasjabar.co – Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) terungkap dalam sebuah rekaman video yang beredar di media YouTube. Video tersebut berisi rekaman mantan Presiden RI kedua yang mengenakan batik sedang berbicara di hadapan banyak orang.

Akun YouTube Giant Channel ID mengunggah video tersebut. Dalam rekaman, ia menceritakan ketika dirinya masih menjadi Panglima Perang divisi Diponegoro dan berbincang dengan Soekarno. Saat itu ia berbincang soal paham nasionalis komunis (nasakom) dan agama yang diusung Soekarno.

“Ini sudah saya ketahui sejak tahun 1958, waktu saya jadi panglima Divisi Diponegoro. Waktu itu beliau mengunjungi daerah, dalam rangka saya penguasa perang, saya mendampingi beliau di mobil,” kata Soeharto.

“Lalu saya tanya, karena saat itu setelah pemilu dewan konstituante, saya tanya ‘pak ini mengenai PKI di Jawa Tengah itu menang, apakah tidak membahayakan pancasila?” ujar Soeharto.

“Lalu beliau menjawab, “kenyataannya PKI itu mendapat dukungan dari rakyatm kekuatan yang harus diperhatikan dan perhitungkan, lalu kita harus berjuang menjadikan PKI itu PKI pancasila,” ucap Soeharto.

Soeharto pun bertanya, “Saya tanya apa mungkin Pak?”

“Beliau menjawab ini perjuangan bapakmu (Soekarno), serahkan pada saya, kamu enggak usah turut-turut,” ucap Soeharto menirukan perkataan Soekarno.

Dari jawaban itu, Soeharto memandang kalau Soekarno tak ingin menghilangkan PKI. Apalagi, setelah konsep nasakom-nya itu telah digaungkan ke luar negeri lewat pidato Soekarno di Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB).

“Tahun 58 saya sudah menanyakan, kemudian terjadi G30S (tahun 1965). Tapi beliau masih mengatakan mengenai peristiwa 30 September dan meninggalnya jenderal dalam revolusi itu hanya hal yang kecil. Tapi menurut saya itu bukan hal yang kecil, bukan jenderalnya tapi benar-benar PKI sudah mengancam pancasila,” kata Soeharto.

Soekarno dan Marxisme

Dikutip dari Warta Kota, masih mengacu pada rekaman video itu, Soeharto memaparkan awal mula paham komunis masuk ke Indonesia. Paham yang populer diterapkan sejumlah negara di kawasan Eropa Timur pada perang dunia kedua sekitar tahun 1939 hingga tahun 1945 itu dijelaskan Soeharto dimanfaatkan Soekarno untuk mempersatukan Indonesia.

“Bahwa saudara-saudara telah mengetahui bahwasanya walaupun toh sudah kembali kepada Undang-Undang Dasar 45, Pelaksanaannya sampai dengan tahun 65 tidak sesuai dengan apa yang tercantum dalam Undang-undang Dasar 45, khususnya dalam rangka melaksanaken, apa namanya, mungkin sudah melupakan konsep perjuangan Bung karno itu,” katanya diawal rekaman.

“Bagaimana membawa daripada kelangsungan perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai situasi itu tadi. Dilihat dari segi ideologi, memang kita bisa mengerti, kenapa tidak bisa ditetapkan sebagaimana yang tercantum dalam Undang-undang Dasar 45, baik mengenai lembaga-lembaga tinggi negaranya maupun juga kekuasaan daripada presiden, mandatoris dan lain sebagaimana lainnya itu,” jelasnya.

Dalam penjelasannya terkait aksi G30S/PKI, Bapak Pembangunan itu menjelaskan jika ideologi Marxisme yang dianut Bung Karno selama perang Kemerdekaan sangat baik.

Sebab konsep Marxisme yang diperoleh Bung karno ketika bertemu Ki Hajar Dewantara dan Semaun -Seorang tokoh yang aktif di Sarekat Dagang Islam sekaligus anggota dari ISDV, cikal bakal PKI- di rumah Tjokroaminoto atau lebih dikenal sebagai Dapur Revolusi Indonesia itu memberikan gagasan akan sebuah negara merdeka tanpa terbentur ras dan agama.

“Kenapa? sebenarnya Bung karno juga mengatakan kepada kita, dilihat dari segi ideologi, landasan perjuangan ideologi Bung karno itu sebenarnya marxis, marxisme, itulah landasan. Tapi yang diterapkan di Indonesia, marxisme yang diterapkan di Indonesia, selain dari marxisme yang diterapkan di Eropa Timur, di Moskow, di Rusia dan sebagainya,” jelasnya.

Walau begitu, Soeharto menjelaskan jika paham marxisme yang dianut Bung Karno berbeda dengan pendirinya, yakni Karl Marx ataupun Josef Stalin yang dikenal lewat paham Marxisme–Leninisme yang menilai perbedaan sebagai potensi perpecahan. Bung Karno justru merumuskan paham Marhaenisme untuk mempersatukan sekaligus mensejahterakan rakyat Indonesia.

“Perbedaannya apa? Kalau marxisme leninisme sampai pada komunisme yang diterapkan di sana merupakan bentuk perjaungan kelas dari pada rakyat, jadi pada dasarnya merupakan kelompok yang tidak turut memiliki alat produksi apa itu pabrik, apa itu tanah, dan sebagainya itu tidak termiliki. Merupakan kaum proletari sendiri, kaum proletar yang disusun untuk memegang kekuasaan, berlakulah diktator proletariat di negara-negara komunis,” ujarnya.

“Sedangkan di Indonesia tidak demikian, walau kecil andilnya tetapi turut memiliki alat produksinya, ikut turut memiliki tanah,dan sumber daripada penghidupannya.

Lah ini digambarkan oleh Bung karno sebagai seorang yang namanya Marhaen, Marhaen itu adalah seorang petani yang mempunyai sawah kecil dan sekarang, untuk menerapkan itu (marxisme) diterapkan seperti keadaannya si petani yang namanya Marhaen, marxisme yang diterapkan di Indonesia adalah marhaenisme.tetapi pada dasarnya adalah marxis, lewat pahamnya marxisme,” katanya.

Oleh sebab itu, sejak Ketetapan MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967 tentang Pengangkatan Jenderal Soeharto sebagai pejabat Presiden RI menggantikan Presiden Soekarno hingga dirinya dilantik secara resmi pada tanggal 12 Maret 1967, Soeharto mengaku tidak menghilangkan paham marhaenisme dalam kepemimpinannya.

“Karena itu dalam mempraktekan mengenai setelah dekrit presiden, apa namanya, 5 Juli. Lah saya tidak meninggalkan jiwa dan semangat dari marxis itu, buktinya, buktinya apa, lantas saya mengembangkan daripada perjuangan beliau mengenai mempersatukan semua kekuatan dan ideologi, diajak semua kekuatan dan semua ideologi-ideologi itu dalam pesta satu meja,yang kemudian lantas bersama-sama untuk mencapai cita-citanya (persatuan Indonesia),” jelasnya.

Namun, tidak sejalan dengan mimpi Soekarno yang ingin mempersatukan rakyat Indonesia lewat marxisme, PKI justru diketahui melakukan pemberontakan pada tanggal 30 September 1965 atau lebih dikenal dengan nama Peristiwa G30S/PKI. Gerakan yang senyatanya dibentuk Soekarno atas dasar paham Nasionalis, Agama dan Komunis atau Nasakom.

“Nah, dalam rangka inilah kemudian ada timbul Nasakom, nasionalis, komunis dan agama ini yang kemudian menjadi pusat dari kekuatan daripada Bung Karno,” jelasnya. (red/Yud)

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × two =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam