Kegiatan Reses III, Zulkifly Chaniago Serap Aspirasi Masyarakat Desa Margamukti, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang
Terasjabar.co – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan Jabar XI (Kabupaten Subang, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Majalengka atau SMS) H. Zulkifly Chaniago, BE. melaksanakan kegiatan Reses III Tahun Sidang 2021-2022 di Desa Margamukti, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jumat (8/7/2022).
Dalam resesnya tersebut, Anggota DPRD Komisi IV DPRD Jabar yang membidangi insfrastruktur itu, menyampaikan beberapa informasi terkait tugasnya sebagai anggota dewan dan kondisi insfrastuktur di Kabupaten Sumedang serta menyerap aspirasi masyarakat.

Menurut Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Jabar ini, di samping tugas-tugas kantor, anggota DPRD ada tugas pemasyarakatan dan peninjauan keadaan lapangan untuk dapat membantu kegiatan masyarakat.
“Insya Allah Aspirasi tertulis itu dapat saya bantu dan mudah-mudahan rencana yang diajukan bisa mengangkat masyarakat menjadi lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.
Pada kesempatan reses tersebut, Zulkifly secara langsung meminta pendapat dan penyampaian dari masyarakat terhadap lingkungan dan hal-hal yang lain agar bisa diserap dan dibantu oleh anggota dewan.

Zulkifly mengatakan, beberapa aspirasi dari masyarakat yang diajukan yaitu seperti memohon agar mendampingi pengajuan sekolah yang sudah rusak, dukungan petani milenial, dukungan anggaran untuk petani dan lain sebagainya.
“Secara Undang-undang Anggota DPRD mempunyai 3 fungsi dimana yang pertama adalah pembuatan perda, kedua fungsi anggaran, dan yang ketiga adalah fungsi pengawasan. Pengawasan itu paling penting apalagi menyangkut anggaran,” katanya.
“Semua dari masyarakat, Insha Allah akan kami bantu dari segi apapun, terutama dukungan petani, itu sangat penting. Kalau saat ini ketahanan pangan di Indonesia mungkin sudah mencukupi. Padahal hal ini, menjadi masalah seperti orang-orang yang lebih memilih menjadi buruh pabrik dibanding petani. Bagaimana jika terjadi alih fungsi lahan dan dibangun sebuah pabrik maka akan terjadi berkurangnya produksi pangan di Indonesia,” pungkasnya.






Leave a Reply