Soroti Ketimpangan Infrastruktur di Priangan Timur, Zulkifly Chaniago Tekankan Pemerataan Akses untuk Semua Warga

Terasjabar.co – Ketimpangan pembangunan infrastruktur masih menjadi persoalan utama di berbagai wilayah Jawa Barat, terutama di kawasan Priangan Timur. Untuk mendapatkan akses layanan dasar yang sama, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga peluang ekonomi, masyarakat di wilayah ini kerap harus menempuh perjalanan lebih jauh dibandingkan warga di wilayah tengah atau utara. Kondisi jalan yang sempit, jembatan yang terbatas, serta konektivitas yang belum optimal membuat perkembangan wilayah seperti Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Pangandaran, Kuningan, hingga Banjar berjalan lebih lambat.

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, H. Zulkifly Chaniago, BE., menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh dipahami sebatas proyek fisik. Ia menilai esensi utamanya adalah memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh masyarakat.

“Infrastruktur itu bukan hanya beton dan aspal. Infrastruktur itu soal membuka peluang. Soal bagaimana warga bisa bergerak lebih cepat, usaha lokal bisa tumbuh, dan pelayanan publik bisa dijangkau tanpa hambatan,” ujar Zulkifly.

Ia menambahkan bahwa potensi ekonomi Priangan Timur sebenarnya sangat besar, namun masih terhambat oleh akses yang belum merata.

“Coba lihat Pangandaran, potensi pariwisatanya luar biasa. Garut dan Tasikmalaya punya industri kreatif dan UMKM yang kuat. Tapi selama konektivitas tidak diperkuat, potensi itu sulit berkembang maksimal,” tuturnya.

Zulkifly juga menyoroti perlunya kebijakan pembangunan yang lebih berkeadilan.

“Kita tidak boleh lagi terjebak pada pola pembangunan yang berat di satu wilayah saja. Jawa Barat harus tumbuh bersama. Wilayah timur ini butuh percepatan, bukan sekadar janji,” tegasnya.

Komisi IV DPRD Jabar, kata Zulkifly, berkomitmen mengawal secara ketat program pembangunan agar benar-benar menyentuh daerah yang selama ini tertinggal infrastruktur.

Ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan jalan provinsi, jembatan penghubung antarkabupaten, hingga akses menuju kawasan ekonomi harus menjadi prioritas.

“Kami di DPRD terus mendorong agar pembangunan ini bukan hanya selesai di atas kertas. Kita ingin masyarakat merasakan manfaatnya langsung. Mobilitas lebih cepat, biaya logistik turun, dan UMKM semakin mudah mengakses pasar,” jelasnya.

Di akhir wawancara, Zulkifly kembali menekankan pentingnya pemerataan sebagai fondasi kemajuan Jawa Barat.

“Kalau Priangan Timur maju, Jawa Barat akan jauh lebih kuat. Tidak bisa lagi ada kesenjangan timur-barat. Semua warga berhak mendapat jalan yang layak dan akses yang setara. Itu tugas kita bersama,” pungkasnya.

Dengan dorongan kuat dari DPRD Jabar dan komitmen untuk menghadirkan pembangunan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, percepatan infrastruktur di Priangan Timur diharapkan dapat membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × 4 =