Mahasiswa Sebut Indonesia Gelap, Opung: Terang Benderang
Oleh:
Dedi Asikin
Terasjabar.co – Demo mahasiswa kali ini memasang tagar “Indonesia Gelap”. Kordinator BEM SI Satria Nauval menyebut tagar Indonesia Gelap itu mewakili aspirasi rakyat yang tidak melihat kebijakan pemerintah sejalan dengan kepentingan rakyat.
Sementara Wisnu Wardhana, SH., MH. di grup Diskusi Ngadu Bako mengatakan bahwa penguasa menutup mata pada apa diinginkan oleh rakyat.
Sementara itu, alih-alih rakyat melihat Indonesia gelap, Opung alias Luhut Binsar Panjaitan (LBP), setengah menghardik menyebut, kamu yang gelap, Indonesia terang benderang.
Bagi LBP tentu semuanya terang benderang. Orang dia mah sudah malang melintang. Sudah kenyang dan makan di semua ladang. Punya ladang tambang beribu hektar. Konon perusahaannya sudah beranak pinak , sampai 16 bidang usaha. Pangkat di tentara sudah jendral.
Terus di pemerintahan sivil Opung masih manggung. Lupa daratan dia. Padahal sudah bilang sama semua orang, tak mau tandang ulang. Bahkan istrinya sudah melarang. Ternyata Opung bukan suami takut isteri.
Setelah lengket 10 tahun diketiak Joko Widodo, kini ikut pula sama Prabowo Subianto. Jabatan mentereng lagi, Kepala Dewan Ekonomi Nasional. Tapi tak ada empati, rakyat merasa masa depan mereka gelap seperti diimplementasikan gerakan mahasiswa, Indonesia Opung bilang Indonesia terang benderang. Gile!.
Prabowo memang kranjang sampah. Semua orang ditadah disana. Gak jelas asal usulnya, juga prestasinya. Buktinya ada menteri seumur jagung.Baru seratus hari, itu menteri disuruh pergi.
Mahasiswa juga menuntut peninjauan kabinet merah putih. Selain gemoy, prestasinya masih belum jelas.Memang masih perlu waktu untuk mengujinya. Tapi rakyat keburu jengah. Jadi klinci percobaan terus.
Akhirnya diwakili para mahasiswa dan pejuang civil society, bilang Indonesia ini Gelap. Cuma Opung (LBP) yang bilang Indonesia terang benderang.
Ya iyalah, wong kekayaanya sudah hampir 800 milyar. Jendral terkaya seluruh Indonesia, dia. Kalau dia ikut bilang gelap, Munaf tu orang.
Semua itu, cerocos yang seliweran dalam diskusi Ngadu Bako.






Leave a Reply