Dana Desa Jangan Jadi Dana Dosa

Oleh:
Dedi Asikin

Terasjabar.co – Kemarin ada beberapa teman yang koreksi tulisan saya soal Opung bertandang ke kandang Gerung.

Kata Wisnu Wardhana, SH. sekarang tidak komentari soal dana desa. Padahal itu sedang menjadi isu yang lumayan trending. Banyak kasus penyelewengan dalam pengelolaan dana itu.

Oh Iyah ya. Pertama saya lupa. Tapi ada soal lain. Keterbatasan narasi. Saya dipesan editor menulis untuk media kaca (online) itu jangan terlalu panjang. Jangan ngageblay, harus padat berisi.

Kasian pembaca. Lama lama matanya bisa rusak. Agak berbeda dengan dengan baca media cetak. Soal dana desa memang digerungkan Rocky di depan Opung.

Katanya dana desa itu banyak dikorupsi. Opung tidak menolak itu. Tapi katanya jumlahnya kecil. Dari laporan yang masuk hanya sekitar 800 yang bermadalah.Dibanding dengan 74.500 desa itu kurang dari 1%.

Menurut wakil ketua KPK Alexander Marwata pengaduan masyarakat (Dumas) yang masuk sekitar 300 kasus. Penanganannya dilakukan penegak hukum lain (polisi/ jaksa).

Menurut Marwata modus operandinya umumnya berupa:
– Markup harga,
– Penggelapan,
– Proyek Fiktif,
– Pemotongan anggaran dan pemotongan honor aparat dan guru ngaji.

Jadi modusnya sederhana sekali. Tapi kenapa agak sulit terungkap? Dijawabnya Alexander sendiri. Katanya kerena monopoli dan dominasi sejak anggaran sampai pelaksanaan ada ditangan aparat terutama Kepala desa. Sementara kontrol atau pengawasan publik rendah.

Secara umum peruntukan dana desa itu meliputi:
– Pengembangan infrastruktur,
– pengembangan sarana ekonomi dan pemberdayaan masyarakat,
– Pengembangan sarana pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Khusus untuk tahun 2022 sesuai dengan peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi No 7 tahun 2021 titik berat dana desa minimal 40%, untuk upaya penanggulangan pandemi Covid-19.

Jika jumlah anggaran untuk tahun 2022 Rp. 70 triliun maka rata-rata tiap desa memperoleh sekitar Rp.930 juta.

Jika digunakan dengan baik dan benar sesuai ketentuan sebenarnya akan sangat menunjang percepatan kesejahteraan masyarakat desa.

Tapi kata Bambang BK dana itu tidak diterima desa secata mulus. Paling juga cuma sampai 60%. Tidak tahu siapa tukang sunatnya.

Jadi kata Bambang memang harus dilakukan upaya upaya pencegahan penyelewengan dana desa itu. Kalau masalah-masalah itu bisa diatasi maka Indonesia setidaknya harus sudah bisa swasembada beras dan bahan pangan pokok lainnya.

Presiden Jokowi pernahkah menyampaikan bahwa Indonesia sudah 3 tahun tidak impor beras. Tapi keterangan penguasa republik ini bertentangan dengan keterangan kepala BPS. Kata Margo Yuwono sampai 2021 kita masih import beras.

Tahun 2021 itu kita masih import 407,7 ribu ton naik dari 2020 yang 356,2 ribu ton. Kok bisa yah lain presiden lain BPS sergah Boys Iskandar.

Itulah pemimpin negeri kita, kordinasi dan komunikasinya sering bersimpang jalan , jawab Sultan Sahid . Yang terpenting dana desa itu harus diamankan. Harus ada pengendalian dan pengawasan yang intensif dan efektif.

Dana desa jangan jadi dana dosa,bisa rame rame ke neraka itu mah, kata Iskandar. Nah tuh .*

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 5 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam