Talenta Melimpah, Kesempatan Terbatas
Oleh:
Lilis Sulastri
(Guru Besar Ilmu Manajemen, FEBI, UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
Terasjabar.co – Salah satu krisis yang cukup dalam, memprihatinkan dan menghawatirkan saat ini adalah ketika talenta tidak menemukan tempatnya. Krisis seperti ini kadang tidak selalu meledak menjadi konflik, tetapi perlahan dapat berubah menjadi keputusasaan. Problem talenta dan kesempatan menjadi isu penting manajemen, bukan sekadar statistik ketenagakerjaan.
Setiap tahun, ribuan lulusan berpendidikan tinggi memasuki pasar kerja. Namun kesempatan kerja yang berkualitas tumbuh jauh lebih lambat. Banyak yang akhirnya bekerja di bawah kualifikasi, berpindah-pindah, bahkan menganggur dalam diam.
BPS mencatat dinamika pengangguran dan profil pendidikan 2023-2024 yang memperlihatkan keprihatinan meski jumlah lulusan terus meningkat, penyerapan lapangan kerja berkualitas belum sejalan walaupun terjadi peningkatan jumlah lulusan yang bekerja di sektor non-formal atau di bawah kualifikasi (lihat tabel BPS: Unemployment by Highest Education Completed, data 1986–2024). Studi-studi nasional 2023–2025 juga menegaskan adanya mismatch kompetensi dan kebutuhan industri, menandai perlunya intervensi manajerial terintegrasi, kurikulum berbasis outcome, magang wajib yang bermakna, dan dashboard nasional perencanaan talenta (Sumber: BPS; riset pendidikan dan ketenagakerjaan).
Dalam perspektif manajemen strategik, kondisi diatas disebut sebagai mismatch- talent-market mismatch, yakni terjadi ketimpangan antara pasokan dan kebutuhan. Produksi talenta melalui pendidikan formal seharusnya diikuti dengan perencanaan tenaga kerja yang matang, sinkronisasi kurikulum dengan kebutuhan industri, dan kanal transisi yang efektif. Tanpa manajemen talenta yang sistemik, investasi pendidikan berbalik menjadi beban sosial.
Talenta sebagai Amanah
Talenta adalah anugerah dan kesempatan adalah amanah kolektif. Ketika keduanya tidak bertemu, ketika lulusan melimpah tetapi kesempatan berkualitas terbatas , maka negara tidak sekadar kehilangan potensi ekonomi, tetapi juga gagal menunaikan kewajiban moral terhadap generasi muda.
Dalam Etika kerja Islami, kemampuan adalah amanah yang harus dimanfaatkan untuk kemaslahatan (kebaikan) bersama. Al-Qur’an mengingatkan bahwa amanah harus diserahkan kepada yang berhak (QS. An-Nisa:58). Jika sistem gagal menempatkan talenta pada tempat semestinya, maka yang dirugikan bukan hanya individu, tetapi generasi berikutnya akan ikut terdampak karena Amanah tentu tidak hanya karakter kejujuran personal, tetapi juga tata kelola kolektif.
Bagaimana manajemen mengelola talenta?
Sejatinya Manajemen yang baik bekerja dengan proyeksi. Ketika pendidikan menghasilkan talenta yang tidak terserap, karena kegagalan membaca arah ekonomi dan kebutuhan kerja, dan Investasi besar di bidang pendidikan tidak diikuti desain ekosistem kerja yang selaras dan memadai. Maka dalam jangka waktu panjang, kondisi seperti ini akan melahirkan frustrasi sosial dan hilangnya kepercayaan pada sistem.
Berbagai langkah manajerial etis dapat dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan diantaranya memperkuat kemitraan pendidikan dan industri, mewajibkan praktik kerja riil yang terukur, dan mengembangkan program upskilling dan reskilling berskala nasional dan global.
Talenta melimpah adalah kekayaan bangsa. Namun Kesempatan terbatas adalah kegagalan pengelolaan. Dan bagaimana manajemen yang beradab dan bernilai tidak berhenti pada penciptaan manusia terdidik, namun ikut memastikan bahwa setiap kemampuan talenta menemukan jalan pengabdiannya masing masing.
Talenta adalah amanah, dan amanah menuntut tanggung jawab. Ketika generasi terdidik tidak menemukan ruang pengabdian yang layak, maka hal tersebut tidak hanya mengancam masa depan individu, tetapi keadilan antargenerasi. Manajemen talenta yang adil dan berpandangan jauh ke depan bukan sekadar kebutuhan ekonomi, melainkan kewajiban moral. Talenta dan kerja kembali bernilai ibadah, dan pembangunan menemukan keberkahannya. Wallahu a’lam bis showaab
Belfast, Irlandia Utara, Januari 2026






Leave a Reply