Jabar Butuh Rp 12 M Atasi Masalah TPA Sarimukti

Terasjabar.co – Pembuangan sampah ke wilayah TPA Sarimukti kembali terhambat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat pun membeberkan sejumlah faktor yang membuat alur distribusi pembuangan sampah dari wilayah Bandung Raya tersebut menjadi terkendala.

Kepala DLH Jabar Prima Mayaningtias merinci ada 3 permasalahan utama yang membuat pembuangan sampah menuju TPA Sarimukti terhambat. Di antaranya karena alat berat yang rusak, akses jalan yang tersendat, serta area pembuangan sampah yang sudah overload selain karena faktor hujan deras.

Untuk urusan alat berat, dari 3 buldoser yang DLH miliki, kini hanya satu unit yang bisa beroperasi. Prima mengatakan 2 alat berat milik DLH tiba-tiba mengalami kendala sehingga tidak bisa dioperasikan untuk kebutuhan meratakan kiriman sampah yang datang ke TPA Sarimukti.

“Ada buldoser yang biasanya 3, itu baru satu yang bisa kita jalankan. Dua lagi ini sedang diperbaiki. Kemarin mah masih bisa, tapi posisinya sekarang dua-duanya rusak. Namanya tiap hari kepakai untuk 2 ribu ton ngeratain sampah sehari, jadinya sekarang ngadat,” kata Prima, Jumat (13/1/2023).

Permasalahan kedua yaitu akses jalan menuju area pembuangan sampah tersendat akibat guyuran hujan yang terjadi beberapa hari ini. Sebab menurut laporan Prima, akses tersebut menjadi licin yang akhirnya mengakibatkan laju truk pengangkut sampah tidak bisa seperti biasa.

Akses jalan ini juga makin diperparah oleh kerusakan. Sebab diketahui, jalan yang hanya dilapisi batu-batu belah itu rusak karena terus digilas kendaraan pengangkut sampah dengan bobot yang sangat berat.

“Sebelumnya kan ada hujan, udah pasti jalan manuver yang masuk ke area itu harus diperbaiki, ditambal gitu yah. Terus juga truknya enggak bisa cepet karena jalannya becek di dalam itu karena banyak sampah. Nah itu yang bikin lama (proses truk mengangkut sampah),” ungkapnya.

Permasalahan terakhir yaitu mengenai area pembuangan sampah di TPA Sarimukti. Dari 4 zona pembuangan yang ada, hanya 3 yang bisa digunakan untuk menampung sekitar 2.000 ton kiriman sampah setiap harinya dan itu pun tidak berjalan secara optimal.

Prima mengungkap, DLH memiliki lahan seluas sekitar 5 hektare untuk kebutuhan perluasan area pembuangan sampah di Sarimukti. Hanya saja, lahan tersebut belum bisa digunakan karena anggaran yang diajukan DLH tak disetujui oleh Pemprov Jabar.

“Sekarang kita lagi mengurus bagaimana si perluasan ini bisa kita gunakan tahun ini, nanti akan kita mintakan kembali anggarannya untuk bisa merealisasikan itu. Kemarin kita akan coba selesaikan dengan Bappeda untuk anggarannya,” ungkapnya.

“Kami aya punya lahan perluasan kurang lebih 5 hektar, itu yang akan kita gunakan untuk perluasan. Tapi sayangnya anggaran untuk itu, kemarin tidak diakomodir. Nah ini lagi kita perjuangkan lagi supaya perluasan itu bisa kita manfaatkan,” sambungnya.

Berdasarkan perhitungannya, DLH membutuhkan anggaran setidaknya Rp 12 miliar untuk kebutuhan perluasan area TPA Sarimuksi sekaligus perbaikan akses jalannya. Namun, Prima mengaku DLH tahun ini sedang mengajukan kembali ke Bappeda supaya anggaran tersebut bisa dikucurkan.

“Untuk perluasan di Rp 10 miliar, kalau jalan kurang lebih Rp 2 miliaran. Yang untuk perluasan itu sedang kita ajukan lagi. Tapi kalau buat (pemeliharaan) jalan, dari perbaikan 210 meter yang kita ajukan, cuma 30 meter yang disetujui,” katanya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *