Pendekatan Ibadah Puasa: Vertikal dan Horisontal
Oleh:
Dedi Asikin
Terasjabar.co – Kemarin keluarga besar HA Asikin mengadakan riungan (rutin) silaturahmi. Katanya sekalian munggahan bersama menghadapi ramadhan.
Munggahan itu cuman budaya, bukan agama. Itu budaya lokal yang kadang berbeda cara. Ada yang nadran (zarah kubur). Di Jawa Timur ada acara mandi rame rame di sebuah sungai, lalu makan bersama dipinggir sungai.
Ada dua pendekatan dalam ibadah puasa. Pertama Vertikal, jalur bawah ke atas. Kata pak Ustadz itu “Hablum minaAllah. Ibadah langsung kepada Allah.
Puasa memang perintah. Simaklah QS Al-Baqarah ayat 183: Ya ayuuhsllaadzina amanuu, qutiba alaikumusiam kamaa qutiba allaldzina minqibliq, la’allakum tattakkuun (Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang orang sebelum kamu. Agar kamu menjadi orang yang taqwa).
Lalu yang kedua puasa itu horizontal, kekiri kekanan, kemuka dan kebelakang disebut Hablum Ibadah kepada sesama manusia. Ada silaturahmi,saling saya. Yang punya memberi yang tak punya. Implementasinya disebut zakat, infaq dan shodaqoh. Jangan salah shodaqoh itu ibadah yang sangat dicintai Allah. Ingat dialog antara Musa dengan Allah.
Musa itu satu diantara 2 orang nabi yang berkesempatan bertemu Allah secara langsung. Bahkan, maaf-maaf kata, sorry sorry to say, lebih dari kepada rosul kami sayyidina Muhammad SAW.
Muhammad itu menerima Wahyu lewat malaikat Jibril di gua Hira. Sedangkan Sprindik untuk Musa langsung diserahkan Allah. “Dan Allah telah berbicara kepada Musa secara langsung” (An Nissa 164).
Muhammad bertemu Allah dalam perjalanan Isra Miraj di Arsy yang Agung tempat singgasana Allah. Sedangkan pertemuan Musa dengan Allah berlangsung di Gunung Sinai wilayah kekuasaan Mesir bagian Selatan.
Mesir itu memiliki wilayah kekuasaan di dua benua, Afrika dan Asia. Gurun atau Gunung Sinai itu berada di daratan Asia terhalang dua lautan yaitu laut Merah dan laut Tengah. Kedua laut itu sekarang sudah tembus dengan terusan Suez sejak 1850.
Di Gunung Sinai itulah, Musa bertemu Allah. Ada yang bilang selama 40 hari 40 malam. Versi lain menyebutkan berkali kali. Wallahu alam.
Di Gunung Sinai itu Allah menampakkan diri kepada Mussa. Mussa yang meminta itu. Baca Surat al A’raf ayat 143: “Ya TuhanKu, tampakkanlah diriMu agar aku dapat melihat dirimu“.
Dan subhanallah permintaan itu dikabulkan Allah. Allah menampakkan diri-Nya lewat Gunung Sinai. Apa yang terjadi?Wallahu alam. Katanya gunung itu hancur dan Musa pun pingsan.
Disitulah Allah menyampaikan Wahyu pengangkatan Mussa sebagai Rosulullah. Di Gunung Sinai itu pula Allah memberikan kitab Taurat. Disana pula Allah memerintahkan Mussa (dan Harun) untuk mengawal Bani Israil pulang ke tanah Arab kerena diperlukan buruk oleh Fir’aun dan rakyat Mesir.
Di sana pula Allah memberikan tongkat muzjjat yang bisa berubah menjadi ular dan membelah laut. Lalu terhadap pertanyaan Mussa tentang ibadah yang paling disukai Allah, Allah menjawabnya, yaitu ketika kamu menyenangkan orang yang lagi susah. Dan itu kemudian diimplementasikan dalam bentuk infaq shadaqah yang sering kali terjadi dalam bulan Ramadhan.
Dari ibadah puasa dengan dua pendekatan itu banyak hikmah yang bisa dipetik. Intinya ada pada kesejahteraan ummat. Ada kasih sayang, saling kasih dan tolong menolong. Bahkan katanya puasa bisa menyembuhkan berbagai penyakit.
Dalam buku miracle of Shaum disebut Dr. Ibnu Sina seorang dokter dan doktor selalu menyuruh pasien yang datang, berpuasa dulu selama 2 mingu sebelum dilakukan observasi.
Sebagai tambahan peristiwa perjumpaan Mussa dengan Allah diperkirakan terjadi sekitar 1350 tahun Sebelum Masehi.Jadi bertenggat waktu sekitar 2 ribu tahun dengan Sayyidina Muhammad.
Wallahu alam.
Selamat menjalankan ibadah shaum 2446.






Leave a Reply