Studi Banding Soal Perhubungan dan Ketenagalistrikan, Pansus III DPRD Jabar Temui Gubernur Jateng

Terasjabar.co – Pimpinan dan Anggota Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Provinsi Jawa Barat mengunjungi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di kantornya, Rabu (10/5/2023).

Wakil Ketua Pansus III DPRD Jawa Barat, H. M. Achdar Sudrajat, S.Sos., kunjungan tersebut merupakan Studi Banding  dalam rangka pembahasan Raperda Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 3 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Perhubungan dan Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 21 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Ketenagalistrikan.

“Tujuan kami datang kesini adalah dalam rangka pembahasan Raperda tentang Penyelenggaraan Perhubungan dan juga Raperda tentang Penyelenggaraan Ketenagalistrikan”, kata Achdar dalam sambutannya.

Achdar mengaku banyak manfaat dan pengetahuan yang didapatkan dalam kegiatan studi banding tersebut.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur yang meskipun sangat sibuk sudah menerima kami. Semoga studi banding ini bisa jadi contoh untuk kami terapkan di Jawa Barat,” katanya.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah ganjar Pranowo mengapresiasi kunjungan tersebut dan menjelaskan bahkan peraturan daerah terkait perhubungan dan energi di Jawa Tengah dibuat secara komprehensif.

“Saya ceritakan ketika soal perhubungan itu urusannya tidak hanya sistem transportasinya saja, tapi berkaitan dengan hak rakyat untuk mendapatkan akses transportasi, termasuk keselamatannya,“ jelas Gubernur.

Berpijak dari prinsip ini Gubernur kemudian membuat kebijakan untuk memfasilitasi dan meringankan para buruh, pelajar dan veteran.

“Trans Jateng kami jadikan satu contoh bagaimana kami melayani akses publik dengan murah. Dan kemudian itu kami berikan treatment fasilitas khusus, kepada teman-teman buruh, pelajar, dan veteran. Ini yang kami coba berikan,” katanya.

Sedangkan terkait energi, Ganjar mengatakan, Jawa Tengah mempunyai banyak potensi sumber daya energi yang sudah dimanfaatkan untuk kebutuhan tingkat lokal. Di antaranya, air, matahari, angin, dan gas rawa. Semua sumber energi ini yang saat ini sedang dikembangkan.

“Itu bisa kita kelola untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tingkat lokal. Bagaimana mengaturnya dalam regulasi, hari ini mereka secara teknis mengikuti yang pernah kami lakukan. Tentu nanti ada koreksi-koreksi dan penyesuaian dengan wilayah masing-masing. Berbagi dengan kawan-kawan, saling belajar itu menjadi penting,” tandasnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *