Trem Mulai Dilirik untuk Atasi Kemacetan di Kota Bandung

Terasjabar.co – Kemacetan di Kota Bandung jadi salah satu pekerjaan rumah Wali Kota Bandung Yana Mulyana. Sebab pertumbuhan kendaraan di Bandung bahkan menyemai jumlah penduduk.

Yana mengatakan salah satu solusi ideal untuk bisa mengurangi jumlah kendaraan di Bandung, khususnya kendaraan pribadi adalah dengan peningkatan pelayanan transportasi publik. Yana berkeinginan agar Kota Bandung memiliki transportasi publik berbasis rel atau trem.

“Saya sih waktu itu sempat mendiskusikan transportasi publik berbasis kereta. Kalau itu rasanya agak cukup ideal,” kata Yana di Jalan Cingised, Kota Bandung, Rabu (15/2/2023).

Yana kemudian menyinggung soal masa lampau Kota Bandung. Ia menyebut Kota Kembang sejatinya diciptakan untuk 800 ribu jiwa. Namun, lambat laun pertumbuhan penduduk di Kota Bandung melejit. Saat ini, Yana mengatakan jumlah penduduk Kota Bandung telah mencapai 2,5 juta jiwa.

“2,5 juta jiwa itu saat malam hari, saat siang bisa 3,7 juta jiwa. Karena masyarakat di Bandung Raya beraktivitas di Kota Bandung,” ucap Yana.

Yana mengatakan Bandung bukanlah kota yang bisa dikembangkan. Namun, Bandung merupakan kategori kota eksisting. Sehingga, lanjut dia, pelebaran jalan sangat sulit untuk dilakukan.

Anggarkan Rp 500 Juta

DPRD Kota Bandung mengamini keinginan Yana agar transportasi berbasis rel bisa terwujud. Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung Yudi Cahyadi mengatakan transportasi berbasis rel seperti trem menjadi bagian yang didiskusikan di tingkatkan DPRD.

Ia menilai dari studi yang dilakukan di beberapa kota, trem merupakan transportasi yang cukup efektif dan sesuai dengan kondisi jalan di Bandung.

“(Lebih efektif trem) dibanding LRT dalam kota atau MRT. Karena Bandung cukup kecil, berbeda dengan Jakarta,” kata Yudi.

“Trem sifatnya dari shelter ke shelter, jadi cukup pendek, mungkin ini perlu kajian secara lanjut. Sepertinya sangat memungkinkan di Kota Bandung, meskipun perlu kajian lebih lanjut,” kata Yudi menambahkan.

Ia mengatakan tahun ini pemkot telah menyiapkan anggaran untuk melakukan kajian penerapan trem di Bandung. Namun, ia tak menampik realisasi trem ini perlu perjuangan dan perjalanan panjang.

“Pemerintah sudah mengajukan alokasi anggaran untuk kajian transportasi berbasis rel sekitar Rp 500 jutaan. Kajian untuk ransportasi publik berbasis rel, khususnya trem,” katanya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *