Lama Hidup di Tenda, Hj. Lilis Boy Minta Pemerintah Prioritaskan Kesehatan Pengungsi Korban Gempa Cianjur

Terasjabar.co – Setelah sekian lama hidup di tenda, para pengungsi korban gempabumi di Cianjur saat ini sangat memerlukan penanganan pemulihan kesehatan setidaknya dari trauma pasca gempa bumi.

Sebanyak tujuh kecamatan yang memerlukan bantuan kesehatan, maka dari itu permulihan masalah kesehatan harus menjadi prioritas utama dalam penanganan pengungsi di Cianjur.

Menyikapi hal itu, Anggota Komisi II DPRD Jabar dari Fraksi Partai Demokrat Hj. Lilis Boy mengatakan, salah satu yang harus diperhatikan dengan intensif adalah masalah kesehatan para korban.

Hj. Lilis sangat mengapresiasi sejumlah relawan dokter dan tenaga medis yang ikut terlibat dan membantu kesehatan para koban, ia juga menyampaikan bahwa persoalan medis yang dialami para pengungsi haruslah menjadi perhatian semua pihak.

“Selain membangun rumah sakit darurat, memperbanyak bantuan tenaga medis untuk membantu para korban harus menjadi prioritas utama, banyak sekali korban luka-luka yang harus ditangani dan tidak sedikit anak-anak yang menjadi korban,” ungkap legislator asal Kabupaten Cianjur ini kepada Terasjabar.co, Selasa (6/12/2022).

Hj. Lilis mengatakan, koordinasi cepat dan kerjasama lintas kementerian dengan lembaga di daerah sangat diperlukan dalam upaya mempercepat dan mengoptimalkan penangan darurat bencana terutama terkait kebutuhan logistik dan kebutuhan medis.

“Dibutuhkan adanya kerja sama lintas kementerian atau lintas lembaga untuk mempermudah penanganan darurat, terutama terkait kebutuhan logistik dan kebutuhan medis atau tenaga medis untuk di daerah terisolir,” katanya.

Dari pantauannya dilapangan masalah kesehatan yanga dialami para pengungsi diantaranya Infeksi Saluran pernafasan (ISPA), hipertensi dan yang paling dikhawatirkan adalah penyebaran penyakit menular.

“Saat ini pasca bencana muncul berbagai masalah kesehatan yang dialami para pengungsi seperti ISPA, hipertensi bahkan ada yang berpotensi penyakit menular lainnya,” tandasnya.

Namun kondisi ini dapat ditekan oleh para relawan-relawan dokter yang ikut andil menjaga kesehatan para korban bencana.

“Meski begitu, Alhamdulillah apresiasi kami berikan karena kondisi tersebut bisa ditangani sejumlah dokter-dokter muda dan tenaga medis sebagai relawan yang membantu menanganinya,” ujarnya.

Hj. Lilis berharap, kedepan kondisi kesehatan para korban gempa di Cianjur ini bisa ditangani dengan lebih cepat dan lebih lagi, terutama pada penanganan penyakit menular.

“Harapannya, kedepan kita akan fokus selain penanganan adalah pencegahan terutama terhadap penyakit-penyakit menular dengan pola hidup bersih dan sehat meski dalam kondisi sangat terbatas ini,” pungkasnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *