Rebana Metropolitan, Kawasan Industri Untuk Kesejahteraan Rakyat, Benarkah?

Oleh:
Citra Salsabila
(Pegiat Literasi)

Terasjabar.co – Hidup sejahtera adalah impian semua orang. Sejahtera dalam segala hal, baik sarana maupun prasarana, ataupun dalam memenuhi kebutuhan pokok. Inilah yang menjadikan pemerintah membangun kawasan industri di daerah timur Jabar. Namun, akankah tercapai kesejahteraan yang sejati? Ataukah kesejahteraan itu hanyalah semu?.

Dari sanalah, pemerintah Jawa Barat berencana mempercepat pembangunan kawasan industri dan perkotaan, yang dikenal dengan Rebana Metropolitan. Dimana Rebana Metropolitan meliputi tujuh daerah, yakni Kabupaten Sumedang, Majalengka, Cirebon, Subang, Indramayu, dan Kuningan, serta Kota Cirebon. Disana terdapat Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang dan Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka yang berfungsi sebagai pusat konektivitas dan logistik, yang nantinya akan menjadi jantung pertumbuhan ekonomi.

Maka, pemerintah terus mengkaji dan menganalisis kemungkinan-kemungkinan yang akan muncul ketika pembangunan. Seperti resapan airnya, sanitasi, tata ruang, dan kesiapan sumber daya manusianya. Inilah yang menjadikan pemerintah pusat melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) telah menyetujui perubahan rencana tata ruang tentang pemanfaatan ruang Kawasan Rebana dan wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Adanya perubahan tersebut, karena diproyeksikan akan mencakup pengaturan ruang darat dan ruang laut sesuai amanat UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Dimana ruang darat diatur dengan Perda Nomor 22 Tahun 2010 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jabar Tahun 2010. Sementara untuk ruang laut diatur dengan Perda Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Jabar Tahun 2019-2039 (Kompas.com, 14/10/2022).

Faktanya, perubahan tersebut menyesuaikan arahan dari pemerintah pusat, agar mempercepat pembangunan. Berdasarkan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mendorong percepatan pembangunan kawasan prioritas di tiga provinsi dalam rangka melaksanakan Peraturan Presiden Nomor 79 dan 80 Tahun 2019 serta Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021. Yakni Kawasan Rebana dan Kawasan Jawa Barat bagian selatan, Kawasan Jawa Timur bagian utara dan Selatan serta kawasan di Jawa Tengah. (Antarnews.jabar.com, 11/05/2022).

Rencana strategis ini tak lain dalam rangka meningkatkan perekonomian daerah. Namun, cukupkah berjalan mandiri dalam hal pembangunannya? Ataukah bekerja sama dengan pihak investor untuk membiayai pembangunan Kawasan Rebana? Semua itu bisa kemungkinan terjadi, karena dana yang diperlukan tak sedikit.

Bantuan Asing bagi Kawasan Rebana Metropolitan

Kawasan Rebana Metropolitan memang menjadi perhatian besar untuk pemerintah Jabar. Targetnya pada tahun 2030 dapat meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi hingga 10%, pertumbuhan nilai investasi hingga 17%, dan menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru.

Ternyata pembangunan sebuah kawasan industri tak lepas dari bantuan investor, baik investor dalam luar negeri ataupun investor luar negeri (asing), keduanya kebanyakan adalah pengusaha. Nampak, ketika Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil menawarkan sejumlah potensi ekonomi Jabar kepada Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin termasuk kawasan Metropolitan Rebana yang akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jabar.

Selain itupula, Ridwan Kamil pun memaparkan sejumlah potensi investasi kepada investor di Belanda secara langsung, salah satunya Kawasan Rebana yang memuat 13 kawasan industri baru yang akan membangkitkan laju pertumbuhan ekonomi di daerah dan nasional. (Antarnews.com, 01/11/2021).

Akhirnya, dari berbagai proyek prioritas diatas, khususnya Kawasan Rebana Metropolitan tak jauh dari bantuan investor asing. Sehingga, akan nampak bahwa fokusnya mengejar kepentingan ekonomi semata bukan sepenuhnya melayani kemaslahatan rakyat. Walaupun, memang awalnya untuk kesejahteraan rakyat, tetapi dampak negatifnya pun besar.

Seperti terjadi alih fungsi lahan yang juga besar-besaran. Yang sebagaian besar lahan yang akan dikonversi berupa lahan sawah dan lahan perkebunan. Rakyat ditawari untuk bersedia menjual lahannya, dengan imbalan materi yang fantastik. Hasilnya, dampak yang paling terasa adalah hilangnya mata pencaharian, karena kebanyakannya bertani.

Jika ditelaah, kehadiran investor di Jabar tak luput dari sistem yang diterapkan, yaitu sistem ekonomi kapitalisme. Sehingga, membuka peluang besar bagi para investor untuk menghegemoni suatu wilayah. Imbasnya rancangan infrastruktur yang berupa RTRW harus disesuaikan dengan keinginan investor.

Walhasil, pemerintah tak bisa berbuat banyak, dan rakyat pun akan terkena dampaknya. Sebab, ketergantungan terhadap asing berpotensi menghancurkan kedaulatan bangsa. Yang ini juga akan melemahkan kekuatan pemerintah sebagai penguasa. Dan penjajahan pun masih terus berlangsung.

Maka, kawasan industri belum tentu masyarakat menjadi sejahtera, jika tidak disiapkan ketahanan industri yang mandiri.

Pengelolaan Industri dalam Islam

Islam merupakan agama yang sempurna. Aturan yang berasal dari Allah Swt. akan memberikan maslahat bagi seluruh umat manusia. Dan aturannya bisa menyelesaikan perkara kehidupan manusia, baik skala mikro maupun makro.

Dalam sistem pemerintahan Islam, negara itu harus memiliki kedaulatan mandiri. Yang nantinya akan disegani oleh kawan maupun lawan, serta jauh dari hegemoni negara maupun lembaga manapun di dunia. Kemandirian itu nampak dalam segala bidang, termasuk dalam hal pembangunan kawasan industri.

Pembangunan kawasan industri dalam Islam, semata-mata untuk kemaslahatan umat manusia, bukan para investor. Disini pihak swasta dilarang untuk mengeskploitasi SDA yang melimpah. Karena sejatinya, pemilik SDA yang melimpah itu adalah umat dan pengelolaanya harus diatur oleh negara. Agar hasilnya bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh umat.

Begitupula dengan RTRW, dalam Islam, akan memperhatikan kondisi wilayah, geografi, atau letak strategisnya. Dan tak luput juga memperhatikan lingkungan sekitar, seperti resapan air, analisis dampak lingkungan, dan sebagainya. Sehingga, RTRW akan disesuaikan dengan kebutuhan rakyat.

Wallahu’alam bishshawab.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × four =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam