Pemberantasan Narkoba Jauh dari Harapan, Islam Solusi Penyelesaian

Oleh:
Indah Rahmawati
(Praktisi Kesehatan)

Terasjabar.co – Miris mengikuti perkembangan berita. Publik baru-baru ini dihebohkan dengan adanya penangkapan perwira tinggi kepolisian Irjen Teddy Minahasa mantan kapolda Sumatera Barat yang telah resmi menjadi tersangka dalam kasus pengedaran narkoba berjenis sabu.

Belum berakhirnya penanganan kasus Ferdy Sambo dan tragedi Kanjuruhan kemarin kasus Teddy ini disinyalir menambah PR bagi institusi satu ini untuk mengupas tuntas seluruh kasus secara adil, tegas dan trasparan.

Sebagaimana dikabarkan media, menurut laporan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) terdapat sebanyak 22.950 kasus sabu di Indonesia pada tahun lalu yang terungkap, dimana sabu menjadi salah satu narkoba terfavorit yang dipilih para pengedar narkoba dibandingkan jenis narkoba lain seperti ganja, morfin, opium dan ekstasi.

Kasus narkoba dan perjudian bukanlah hal yang tabu lagi di negeri ini, peredaran keduanya kian beraneka cara menyebabkan merajalelanya kriminalitas di tengah masyarakat akibat dari penggunaan barang terlarang tersebut.

Narkoba sudah memberikan dampak buruk kepada masyarakat terlebih lagi bagi generasi hari ini, tidak sedikit para pengedar narkoba membidik pemuda generasi bangsa karena mereka dianggap memiliki rasa penasaran yang tinggi dan pengetahuan yang masih belum mumpuni. Remaja di masa transisi pencarian jati diri adalah sasaran empuk, tidak sedikit yang menjadi korban dalam kasus peredaran narkoba.

Namun hingga hari ini, upaya pemberantasan narkoba sepertinya akan jauh dari harapan dengan melihat kembali fakta yang terjadi di lapangan ternyata aparat penegak hukum yang menjadi tumpuan untuk memberantas kasus ini pun justru terlibat juga didalamnya, malah bekerjasama dengan para gembong narkoba demi keuntungan yang bergelimang.

Pemberantasan tuntas hanya dapat diwujudkan apabila aparat juga taat dan mau bahu membahu untuk menegakkan hukum secara adil dan tegas.

Dalam Islam pengedar maupun pengguna narkoba akan dikenai sanksi tegas, dengan sanksi paling ringan adalah didera (dipukul) bahkan hingga dijatuhi hukuman mati karena narkoba adalah induk dari setiap kejahatan. Dengan hukuman seberat itu diharapkan bisa memberikan efek jera pada penggunanya dan masyarakat tidak akan coba-coba walaupun hanya menyentuh benda haram tersebut.

Maka satu-satunya harapan, hanya dapat terwujud dalam naungan penerapan hukum Islam secara menyeluruh, yang dari akar hingga daunnya akan menjadi solusi untuk setiap problematika yang hadir di tengah masyarakat. Dalam artian perlu sistem yang baik untuk mengatasi kasus yang sampai sekarang belum terselesaikan secara tuntas itu.

Untuk mengatasi hal demikian harus adanya sistem dan pemimpin yang baik yaitu pemimpin yang taat dan merasa takut kepada pencipta-Nya. Sehingga apa pun yang bertentangan dengan ketentuan Allah, maka dia akan menjauhinya bahkan memberantas sampai tuntas dengan didukung oleh adanya sistem yang baik akan mudah menghasilkan orang-orang baik sehingga akan membuahkan keadilan dan penyelesian setiap persoalan dengan sebaik-baiknya.

Dengan demikian akan sedikit sekali terjadinya kasus serupa dimasa mendatang bahkan akan berkurang secara signifikan.

Wallahu’alam biashshawab.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *