Gerak-Gerik Orang Asing di Jabar Diawasi Ketat!

Terasjabar.co – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Jawa Barat mengawasi ketat aktivitas warga negara asing (WNA) selama berada di Jabar. Potensi ancaman menghantui apabila aktivitas mereka tak diawasi.

“Banyak sekali (potensi ancamannya) ada perdagangan orang, teroris, narkoba dan sebagainya,” ujar Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jabar Sudjonggo, Senin (1/8/2022).

Sudjonggo mengatakan Jabar menjadi salah satu wilayah favorit jadi tujuan wisawatan asing. Mereka datang dengan berbagai tujuan mulai dari wisata hingga pendidikan. Namun, tak jarang juga kerap aktivitas mereka ke Jabar disalahgunakan. Dia mencontohkan kasus penyelundupan narkoba di Pangandaran beberapa waktu lalu yang melibatkan WNA.

“Jangan dikira pantai kecil itu bakal menjadi tempat masuk orang asing. Faktanya tembus juga contoh yang penyelundupan narkoba di Pangandaran, kan itu ada orang asing dan warga lokalnya, andai saja masyarakatnya lapor, dia selesai,” kata Sudjonggo.

Selain itu, dia mengatakan seringkali juga ditemukan pelanggaran-pelanggaran yang melibatkan WNA asing. Contohnya penyalahgunaan izin kunjungan. Biasanya, mereka yang datang ke Indonesia khususnya Jabar dengan tujuan belajar, justru malah membuka usaha.

“Macam-macam, termasuk penyalahgunaan izinnya, misalnya harusnya wisata tapi malah izin tinggal yang lain, belum lagi yang over stay. Misalnya dia kuliah di Unpad, tapi tiba-tiba malah buka usaha, itu salah karena kalau usaha itu ada izin dan sebagainya,” tutur dia.

Menurut Sudjonggo hal itu juga jadi faktor yang berpotensi bisa mempengaruhi ekonomi Indonesia secara tidak langsung. WNA yang seharusnya membayar pajak dengan membuka usaha, malah menyalahgunakan izinnya datang ke Indonesia.

“Iya, misalnya dia masuk untuk belajar, tapi tiba-tiba usaha, dia bayar izin tidak ada, bayar pajak juga enggak artinya pendapatan negara jadi berkurang,” katanya.

Tindakan tegas bakal dilakukan Kemenkum HAM Jabar apabila mendapati adanya pelanggaran berkaitan dengan izin tinggal. Pihaknya tak segan melakukan deportasi langsung bagi WNA yang menyalahgunakan izin.

“Kalau melakukan kasus pidana di Indonesia, dia harus jalani dulu pidananya, setelah selesai baru dideportasi,” tutur dia.

Guna mengawasi gerak-gerik WNA asing, sambung Sudjonggo, tim pengawasan orang asing (Tim Pora) yang sudah lama terbentuk akan dimaksimalkan. Tim gabungan ini akan berpatroli mengawasi lokasi-lokasi yang banyak ditinggali orang asing.

“Sebagai ujung tombak, kami minta agar bisa ikut bekerja sama dengan kami, memberikan informasi, karena Jawa Barat ini sama-sama kita tahu, pintu masuk bagi orang asing banyak, kalau kami tidak dibantu stakeholder lain atau masyarakat, kami tentu tidak akan tahu, sementara orang asing masuk ke Indonesia dengan banyak cara, tidak selalu melalui imigrasi, ada yang mohon maaf, curi-curi termasuk minta suaka segala macam,” kata Sudjonggo.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *