Libur Nataru Diprediksi Sumbang Kenaikan 30 Persen Kasus Corona

Terasjabar.co – Direktur Utama Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Nina Susana Dewi mengatakan, adanya libur natal dan tahun baru memperkuat prediksi peningkatan kasus positif COVID-19. Menurutnya, prediksi lonjakan kasus baru tersebut akan mencapai 20-30 persen.

“Sekarang ini kita sedang berada di libur akhir tahun. Jadi ada libur natal kemarin dan tahun baru sehingga kita harus siap sedia dengan lonjakan yang diprediksikan bisa mencapai 20-30 persen,” kata Nina dalam keterangannya, Rabu (30/12/2020).

Lebih lanjut, sebagai rumah sakit rujukan infeksi nasional pihaknya melakukan antisipasi lonjakan dari mulai ketersediaan tempat tidur, SDM untuk tenaga kesehatan hingga stok obat. Di RSHS sendiri telah menyediakan satu gedung kemuning (khusus infeksi) dengan lima lantai.

Dia mengatakan, empat lantai gedung kemuning telah digunakan dengan kapasitas 155 tempat tidur dengan 11 tempat tidur ICU. Rata-rata pasien yang dirawat saat ini mencapai 110-120 pasien, sehingga data bad occupancy rate (BOR) di ICU sudah 91 persen dan di ruang isolasi sudah 80 persen.

“Bila pasien meningkat antara 20-50 persen kami sekarang telah mengubah lantai 5 gedung kemuning menjadi tempat isolasi covid dengan tambahan 40 tempat tidur, sehingga total ada 195 tempat tidur,” imbuh Nina.

Kemudian, apabila terjadi lonjakan hingga 100 persen maka pihaknya menyiapkan ruang rawat umum menjadi ruang isolasi di sekitar gedung kemuning dengan ICU. Jadi ada tambahan 50 tempat tidur dan 4 ruang isolasi ICU sehingga bisa mencapai 249 tempat tidur dengan 15 tempat tidur di ICU.

“Diharapkan pasien tidak bertambah, tetapi bila pasien terus bertambah kami harus menggunakan gedung yang lain untuk mengcover pasien yang dirawat di RSHS sehingga mencukupi bila pasien lebih dari 100 persen,” katanya.

Sementara itu, dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) pun harus disesuaikan dengan penambahan kapasitas terutama dari sisi keperawatan. “Kami akan konsultasikan dengan teman-teman kesehatan mungkin ke BPSDM atau Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemenkes. Untuk obat akan kami siapkan stok sampai 3 bulan dan nanti akan pengadaan di tahun 2021,” ungkapnya.

“Dengan libur ini sebetulnya yang paling aman adalah diam di rumah, tidak main dan tidak memasuki tempat-tempat kerumunan,” pungkas Nina.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *