121 Desa Tertinggal di Jabar Dituntut Adaptasi dengan Digitalisasi

Terasjabar.co – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat mencatat 121 desa masih berstatus tertinggal. Untuk lepas dari status tersebut, pemerintah desa dituntut beradaptasi dengan digitalisasi.

Kepala DPMD Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono mengatakan dari 5.320 desa yang ada, 121 di antaranya masih berstatus tertinggal.

“Jika kita coba melihat lagi dari data Indeks Desa Membangun (IDM) Jumlah desa yang tertinggal ada 121 desa lagi di Jawa Barat,” kata Bambang saat ditemui di Jatinangor, Jumat (16/10/2020).

Menurutnya untuk mengatasi desa tertinggal tersebut, ada 3 strategi yang harus dilakukan. Pertama, menjalankan lembaga perekonomian desa dengan program One Village One Company Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa).

Kemudian, membuat gerakan membangun desa dengan berbagai macam variabel, seperti dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Sedangkan yang ketiga yakni dengan cara digitalisasi pemerintah bisa mengenalkan desa ke seluruh dunia.

“Desa digital bisa memudahkan untuk ajang mempromosikan, untuk lebih mengenalkan terhadap desa. Maka digitalisasi merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan untuk pembangunan desa di Jawa Barat,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Bambang, untuk membangun sebuah desa mandiri harus menyamakan persepsi dulu antara pemerintah provinsi, pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, dan beberapa lembaga keswadayaan masyarakat.

“Maka pemerintah kabupaten sampai pusat punya kewajiban mendorong untuk melaksanakan kemandiriannya tersebut, dengan cara melakukan pendampingan, pembinaan dan sebagainya,” ucap Bambang.

Bambang berharap dengan menyamakan persepsi, frekuensi dengan multi sektor dapat secara bertahap mengurangi desa yang tertinggal di Jawa Barat. Sebab desa menurut Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 , desa merupakan daerah otonom, mandiri dalam merencanakan, menyelenggarakan, dan melaksanakan pemerintahan.

“Kita mengajak semua sektor menyamakan persepsi untuk mendorong supaya desa ini bisa mandiri, bisa membangun kemandiriannya dan desa sebagai daerah otonom, betul-betul bisa melaksanakan penyelanggaraan pemerintahnya dalam mensejahterakan masyarakatnya yang ada di desa, Konsep dasarnya seperti itu,” ucapnya.

Pada intinya, kata Bambang baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat ingin mendorong setiap desa agar lebih mandiri, sehingga tidak ada lagi status desa tertinggal. Maka kita meminta semua desa untuk dapat masuk ke era digital.

“Pak Gubernur punya tagline, dari desa sekolah di kota, balik ke desa rejekinya kota, dan mendunia,” ucapnya.

“Pak Gubernur (Ridwan Kamil) punya tagline, tinggal di desa dengan rezeki kota, sekolah di kota dan kembali ke desa dengan rejeki kota dan mendunia, yakni ingin mengurangi urbanisasi dari desa ke kota. Jadi mau tidak mau mesti masuk ke era digital,” katanya.

Menurut Bambang, saat ini jumlah penduduk di Jawa Barat ada 49,9 juta jiwa, jika dilihat lagi dari data Indeks Desa Membangun (IDM), di 5320 desa, ternyata jumlah penduduk di Jawa Barat hampir ada 36.1 jiwa. Artinya, dilihat dari luas wilayah desa dan jumlah penduduk, tidak ada salahnya untuk menjadi desa yang lebih mandiri.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − 7 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam