Virus Corona Mulai Susupi Sejumlah Pesantren di Jabar, Ridwan Kamil: PSBM Berlaku!

Terasjabar.co– Virus Corona (Covid-19) mulai menyusup ke sejumlah pesantren di Jawa Barat. Hingga hari ini, Rabu (30/9/2020), tercatat ada 125 orang dari lingkungan pesantren di Kuningan dan Tasikmalaya yang terpapar COVID-19.

Di Tasikmalaya tercatat 32 orang dari klaster pesantren terkonfirmasi positif COVID-19. Sedangkan di Kuningan, tepatnya di Pesantren Husnul Khotimah 93 orang positif COVID-19. Orang-orang yang terpapar itu ialah santri, guru dan pegawai di lingkungan pondok pesantren.

Melihat fenomena tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan semua kegiatan yang adaptif akan ditinjau dan dievaluasi kembali, termasuk izin menggelar pembelajaran tatap muka di pesantren.

“Semua kegiatan yang adaptif akan ditinjau dan evaluasi, prosedur di pesantren sudah diterapkan. Kalau dites dan negatif, dia akan dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Kalau positif tanpa gejala, akan diisolasi di pesantren,” ujar Kang Emil di Puskemas Garuda, Kota Bandung, Rabu (30/9/2020).

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan andaikata orang yang terpapar memiliki gejala COVID-19 yang berat, maka akan segera dirujuk ke rumah sakit.

“Di lingkungan pesantren juga diberlakukan PSBM. Upaya lain sudah baik,” ujarnya.

Seperti diketahui, Ponpes Husnul Khotimah jadi klaster baru COVID-19 di Kuningan setelah 46 orang santrinya positif terpapar COVID-19 pada Jumat pekan lalu.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun telah mengambil langkah dalam penanganan kasus di klaster pesantren ini. Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meminta gar santri yang sehat dipulangkan ke daerah masing-masing.

“Untuk yang positif akan ditangani di sini, kalau negatif baru dipulangkan. Untuk waktu pemulangannya akan dibahas oleh ponpes,” kata Uu saat diwawancarai.

Sebelum dipulangkan, para santri diharuskan mengikuti tes swab. Hal itu bertujuan agar nantinya santri yang kembali ke daerah asal tidak membawa dan menularkan virus.

“Sehingga santri yang dipulangkan ke daerah masing-masing tidak ada yang positif, jangan sampai menularkan di daerah masing-masing,” tegas Uu.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *