Berjalan Lancar, SKD CPNS Pemprov Jabar Diikuti 3.400 Orang dengan 36 di Antaranya Disabilitas

Terasjabar.co – Pelaksanaan hari pertama seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS Pemerintah Provinsi Jawa Barat Formasi 2019 berlangsung lancar.

Bertempat di SOR Arcamanik Kota Bandung, sedikitnya 3.400 orang dari 3.600 peserta terdaftar seleksi telah melaksanakan tes pertama untuk lolos menjadi CPNS formasi 2019 tersebut.

Pada hari pertama pun, seluruh peserta disabilitas pun mengikuti tes SKD. Saat itu sebanyak 36 orang disabilitas ikut serta menjalankan tes bebasis Computer Assisted Test (CAT) tersebut.

Dari 36 orang peserta disabilitas, 16 merupakan peserta disabilitas netra. Panitia memberikan fasilitas komputer khusus dengan paduan braille.

Kepala Bidang Pengadaan dan Mutasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat Tulus Arifin mengatakan, seara teknis penjadwalan untuk peserta disabilitas memang tes dilaksanakan seluruhnya pada hari pertama.

“Itu teknis saja,” ujar Tulus di sela tes, Rabu (29/1/2020).

Tulus menuturkan, untuk peserta disabilitas, pemprov Jabar membuka peluang 42 formasi. Namun yang mendaftar dan melaksanakan tes hanya 36 orang saja.

“Hasilnya belum ada karena tes belum selesai,” ujar Tulus saat itu.

Terkait dengan formasi disabilitas yang nantinya tidak terisi, kata Tulus, bukan berarti serta merta bisa diisi oleh peserta umum.

“Tidak ada pindah formasi (dari umum ke disabilitas), ” kata dia.

Selebihnya, pelaksanaan tes hari pertama relatif lancar. Dari satu sesi yaitu yang diikuti 720 orang hanya tidak dihadiri oleh 40 orang rata-rata. Peserta pun reaktif mematuhi tata tertib, tidak ada pelanggaran yang mereka lakukan.

“Hanya saja ada peserta ya g tidak fokus, dia datang ke lokasi padahal jadwal ujiannya bukan hari ini,” kata Tulus.

Tulus pun berharap sepuluh hari ke depan pelaksanaan makin lancar. Dia hanya berharap peserta lebih tertib agar tidak membawa barang-barang selain KTP dan nomor tes ketika masuk dalam ruangan.

Jangan sampai lupa menyimpan barang yang tidak diperbolehkan ke dalam ruangan seperti jam tangan, telefon genggam.

“Untuk telefon genggam misalnya kalau terdeteksi bisa kena pinalti kan kasian sama peserta tersebut,” ucap dia.

Masih kaitannya dengan barang-barang peserta, lanjut Tulus, akan lebih efektif bagi peserta jika dititipkan di kendaraan mereka atau orang yang mengantar.

Kalaupun seorang diri, pastikan hanya KTP dan nomor ujian yang dibawa ke ruangan.

“Jangan sampai jam tangan kelupaan jadi harus balik lagi ke tempat penitipan barang, belum nanti antre, dan saat ini kan lagi musim hujan. Hal itu juga cukup memakan waktu,” kata dia.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × three =